Ngaku Pilih Kandidat Lain, Romy Lempar Bola ke Khofifah Cs

Klik untuk perbesar
Romahurmuziy (Foto: Tedy O Kroen/RM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romy melempar bola panas kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa; Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, Kiai Asep Saifuddin Chalim; dan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, soal pengangkatan Haris Hasanuddin sebagai Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur. Menurut Romy, ketiga orang itu yang menginginkan Haris menduduki jabatan Kakanwil Kemenag Jawa Timur. Rommy sendiri menyatakan cenderung memilih Amin Mahfud, kandidat lain dalam lelang jabatan Kakawil Jatim yang dilakukan Kemenag.

"Saya sampaikan kepada Pak Menteri kalau saya cenderung Amin. Tetapi, pada saat yang sama Bu Khofifah dan Kiai Asep terus meminta kepada saya agar mendorong Pak Haris. Kira-kira bahasanya gitu," ujar Romy saat bersaksi bagi terdakwa Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Gresik Muafaq Wirahadi, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (26/6) malam. 

"Tetapi jujur saya sangat menghormati ibu Khofifah sebagai Gubernur terpilih saya sangat hormati Kiai Asep yang dituakan di Jatim," imbuhnya. 

Romy menuturkan, mulanya dia berkenalan dengan Haris ketika menghadiri acara di pesantren binaan Kiai Asep pada 6 Oktober 2018. Inisiator acara itu adalah Khofifah. Romy mengaku diarahkan ke salah satu ruangan oleh Haris. 

Berita Terkait : Khofifah Kenal Haris dan Rommy, Tapi Tak Dekat


"Saya diberitahu oleh Pak Haris ini bahwa 'ini kan sudah jadi Plt ya, mohon dukungannya agar bisa...' Kira-kira gitu bahasanya," aku Romy. 

Romy yang baru mengenal Asep mengaku hanya menjawab normatif, yakni 'enggih (iya) pak enggih'.  "Waktu itu Pak... (Haris) menyebutkan ini atas persetujuan Bu Khofifah. Bu Khofifah juga hadir," ujar Romy mulai melempar bola. 

Setelah itu, beberapa kali, Khofifah dan Kiai Asep menanyakan perkembangan pencalonan Haris. "Pada 7 Januari, Kiai Asep menelepon saya untuk menanyakan nominasi Saudara Haris. Saya sampaikan, 'Kiai ini kan ada prosedur, kita ikuti dulu ya'," tuturnya. 

Romy akhirnya menyampaikan komunikasinya dengan Khofifah dan Kiai Asep kepada Lukman pada 2019. Jaksa kemudian bertanya, bagaimana respons Menag saat diberitahu soal itu. Romy menjawab, tidak ada.

Berita Terkait : 2 Kali Mangkir, Akhirnya Khofifah Datang Juga

Dia sendiri mengaku agak malas meneruskan rekomendasi Khofifah dan Kiai Asep. Soalnya, Lukman pernah menolak usulannya untuk menaikkan Amin menjadi Plt Kakanwil Kemenag Jatim. Menag memilih Haris. 


"Banyak juga yang menyampaikan kepada saya agar saudara Amin menjadi Plt, dan saya sampaikan juga ke Pak Menteri, tetapi Pak menteri memutuskan berbeda," tutur Rommy. 

Tetapi, apa yang dikatakan Romy itu berbeda dengan yang ada dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dirinya. Jaksa kemudian membacakan BAP itu. Dalam BAP, Romy bilang ke Haris bahwa Menag Lukman akan ambil segala risiko untuk mendudukannya sebagai Kakanwil Kemenag Jatim. Soalnya Rommy mengaku sudah sumpek direpoti terus oleh Kiai Asep dan Gubernur Jatim.

Dikonfirmasi soal itu, Romy berkilah bahwa kalimat itu dilontarkannya untuk menghibur Haris. Sebab, Haris pernah meneruskan pesan kepadanya bahwa dia didiskualifikasi dari pencalonan. 

Berita Terkait : Terungkap, Menag Juga Pernah Minta Pendapat Romy Soal Seleksi Kakanwil Sulbar

"Saudara haris pernah memforward link yang mengatakan bahwa dia didiskualifikasi, tetapi link itu bukan dari media mainstream jadi saya abaikan. Jadi itu ucapan untuk menenangkan saudara Haris saja," elaknya. 

Jaksa kemudian bertanya, apa kapasitas Romy mengusulkan nama-nama para pejabat Kemenag. Dia bilang, sebagai anggota DPR, dirinya hanya meneruskan aspirasi. [OKT]
 

RM Video