Dua Jaksa Kejati DKI Terjaring OTT

Jaksa Agung Sebut Hoaks Anaknya Ikut Keciduk KPK

Klik untuk perbesar
Jaksa Agung HM Prasetyo

RMco.id  Rakyat Merdeka - KPK kembali menjaring jaksa dalam Operasi Tangkap Tangan alias OTT. Kali ini, tangkapannya dua jaksa Kejati DKI Jakarta. Keduanya diduga menerima suap terkait kasus penipuan yang tengah mereka tangani. 

Sejak sore hari, kabar OTT jaksa sudah tercium oleh para wartawan yang ngepos di Gedung Merah Putih KPK. Soalnya, beberapa mobil tampak mondar-mandir di gedung komisi antirasuah. Di dalam mobil, tampak orang yang menutupi wajahnya. 

Yang juga mencurigakan, ada mobil berpelat RFS, pelat yang biasa digunakan pejabat negara. Tapi KPK tak juga memberikan keterangan. Malah, Jaksa Agung HM Prasetyo yang buka mulut duluan.“Iya benar saya dapat informasinya, ada dua jaksa dari Kejati DKI tertangkap tangan,” ujarnya saat dikontak wartawan, kemarin. 

Prasetyo menegaskan, tidak ada kompromi bagi jaksa yang melanggar hukum. Korps adhyaksa tidak akan membela anggotanya yang terciduk KPK. Menurutnya, OTT merupakan kolaborasi KPK dan Kejagung. Dia pun menawarkan memproses dua jaksa itu. Sementara KPK menangani pihak lainnya.“Kalau ditangani kejaksaan akan lebih cepat dan mudah. Kalau nantinya KPK menangani orang luarnya, silakan,” tuturnya. 

Berita Terkait : Jaksa Agung: Penebus

Prasetyo mungkin ngomong duluan karena gerah. Soalnya, ada kabar bahwa yang di-OTT adalah putranya, Bayu Adhinugroho Arianto, yang saat ini menjabat Kajari Jakarta Barat. 

Prasetyo membantah kabar tersebut. “Hoaks anak Jaksa Agung ditangkap KPK. Ini ada angin-angin, nggak ada itu anak saya, Insya Allah berintegritas,” tegasnya.  “Perlu diluruskan media, hoaks itu dikatakan anaknya Jaksa Agung. Itu hoaks. Saya enggak ngerti,” imbuhnya.


Baru malam hari, KPK membenarkan adanya OTT. Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menyebut, anak buahnya menangkap lima orang yakni dua orang Jaksa Kejati DKI Jakarta, dua advokat dan seorang pihak swasta yang diduga berperkara di Kejati DKI.“Kami konfirmasi, benar KPK telah melakukan serangkaian kegiatan penindakan di Jakarta sejak siang sampai malam ini,” ujar Syarif. 

Berdasarkan informasi, kedua jaksa yang ditangkap lantaran diduga menerima suap terkait dengan kasus penipuan yang ditangani Kejati DKI.“Kami mendapat informasi dugaan transaksi suap terkait penanganan perkara pidana di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Iya (kasus penipuan),” beber Syarif. 

Berita Terkait : Jaksa Agung Dapat Jempol

Dalam OTT ini, KPK menyita uang SGD 21 ribu. Diduga uang tersebut barang bukti transaksi suap yang diterima kedua Jaksa. Namun, KPK masih menghitung untuk memastikan uang tunai yang disita.“Proses perhitungan secara rinci sedang dilakukan,” imbuh Syarif. 

Soal permintaan Jaksa Agung agar proses hukum dua jaksa itu diserahkan ke kejaksaan, KPK belum memutuskan. “Kasus ini sedang ditangani KPK,” tegasnya. 

Terpisah, Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Yuyuk Andriati menambahkan, selain dua jaksa tadi, KPK juga akan memeriksa Asisten Bidang Tindak Pidana Umum Kejati DKI Jakarta, Agus Winoto. Kejati DKI Jakarta diminta membawa Agus Winoto ke markas lembaga antirasuah. 

“KPK telah meminta kepada Kejati DKI agar dapat membantu membawa saudara Agus Winoto, Asisten Bidang Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta untuk dilakukan permintaan keterangan malam ini di kantor KPK,” beber Yuyuk di Gedung KPK, tadi malam. 

Baca Juga : Kitab Suci: Membumi untuk Melangitkan

Lima orang yang ditangkap saat ini sedang diperiksa intensif di gedung KPK, Jakarta. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang ditangkap. KPK akan membeberkan lebih rinci mengenai kasus itu dalam konferensi pers hari ini. [OKT]