Ada Perubahan Perilaku Novanto Dipulangkan ke Sukamiskin

Klik untuk perbesar
Terpidana kasus kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) Setya Novanto. (Foto: Tedy O.Kroen/Rakyat Merdeka).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) membenarkan terpidana kasus kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) Setya Novanto telah keluar dari rumah tahanan (Rutan) Gunung Sindur pada Minggu (14/7).

Novanto dipulangkan ke Lapas Sukamiskin berdasarkan keputusan Kakanwil Kemenkumham Jawa Barat.

"Setnov telah dipindahkan dari Rutan Klas II B Gunung Sindur ke Lapas Klas I Sukamiskin untuk kepentingan pembinaan," ungkap Kabag Humas Ditjen PAS Kemenkumham, Ade Kusmanto dalam keterangannya, Selasa (16/7).

Berita Terkait : Dua Hari Berturut-turut, KPK Gilir 2 Anak Novanto di Kasus E-KTP

Ade menuturkan, eks Ketua DPR RI itu telah menjalani hukuman disiplin setelah ketahuan plesiran ke toko bangunan mewah di Padalarang, Kabupaten Bandung, pada Jumat (14/6) malam.


Menurutnya, Novanto telah memenuhi syarat substantif untuk kembali menghuni Lapas Klas I Sukamiskin.

"Setnov telah menunjukkan itikad baik dan adanya perubahan perilaku, menyatakan kesanggupan tidak mengulangi perbuatannya," tutur Ade.

Berita Terkait : Saat Bapaknya Ajukan PK, Putri Novanto Malah Digarap KPK

Ade menuturkan, pertimbangan tersebut berdasarkan hasil penelitian kemasyarakatan (Litmas) oleh pembimbing kemasyarakatan dari Bapas Klas II Bogor.

Selain itu, hal ini juga beradasarkan rekomendasi dari sidang tim pengamat pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jabar.

"Atas dasar itu menyetujui pemindahan Setnov dari Rutan Gunung Sindur ke Lapas Klas I Sukamiskin," ungkapnya.

Berita Terkait : Ajukan PK ke MA, Novanto Mimpi Dapat Keringanan Hukuman


Novanto dipindahkan ke rutan Nusakambangan lantaran kepergok pelesiran ke toko bangunan mewah di Padalarang, Kabupaten Bandung, pada Jumat (14/6) malam, setelah ia dirawat beberapa hari di rumah sakit. [OKT]