Kasus Pelabuhan Marunda, KPK Kaji Laporan Dugaan Korupsi Rp 33 Miliar

Klik untuk perbesar
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Polda Metro Jaya belum juga menetapkan tersangka kasus dugaan penggelapan dana Rp7,7 miliar terkait proyek pembangunan Pelabuhan Marunda, Jakarta Utara. Kasus ini sudah ditangani Polda Metro lebih setahun. 

“Kasusnya masih diproses penyidik, masih dikaji dan didalami,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar, Raden Argo Prabowo Yuwono.

Berita Terkait : Situs Dipasangi Banner Hitam, KPK: Kami Akan Terus Bekerja!

Kasus ini diadukan pada 2 Mei 2018 dan dicatat dalam laporan nomor P/2410/PMJ/ Dit.Reskrimum. Terlapornya Direktur Utama PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Sattar Taba dan Direktur Keuangan Karya Citra Nusantara (KCN) Akhmad Khusairi. Belakangan, KPK juga menelusuri kasus dugaan penyelewengan dana di tubuh BUMN itu. 


Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengungkapkan pihaknya menerima dua laporan mengenai perusahaan pelat merah itu. Laporan pertama tanggal 21 Februari 2019 menyoal dugaan penyalahgunaan wewenang dan korupsi dana sebesar Rp7,7 miliar milik PT Karya Citra Nusantara (KCN). 

Berita Terkait : KPK Garap Tujuh Saksi Buat Emirsyah Satar

Laporan kedua tanggal 22 Maret 2019 terkait suap dan gratifikasi serta korupsi biaya di PT KBN sebesar Rp33.875.781.771. “Nanti KPK pelajari, seperti apa kasusnya,” ujar Saut.

 Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan laporan itu masih dikaji bagian Pengaduan Masyarakat (Dumas). PT KCN merupakan perusahaan yang mengelola kawasan C-1 Pelabuhan Marunda. 

Berita Terkait : Kasus Meikarta, KPK Tahan Sekda Jabar

PT KCN merupakan anak perusahaan PT KBN. Pada 2014-2016 diduga ter jadi manipulasi dan korupsi penggunaan uang perusahaan ini. Oleh para pejabat KCN dan PT KBN sebagai perusahaan induk. 


Dalam laporan ke KPK dilampirkan data pengeluaran dana sebanyak 11 kali melalui cek atas nama rekening PT KCN di Bank Mandiri KCP Jakarta KBN Clincing-Jakarta. Total dana yang dicairkan Rp7,7 miliar. [GPG]