Kasus Suap Impor Bawang Putih, KPK  Lakukan Penggeledahan di 11 Lokasi

Klik untuk perbesar
Gedung KPK (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - KPK kembali melakukan penggeledahan terkait kasus suap impor bawang putih yang menjerat anggota Komisi VI DPR, Nyoman Dhamantra. 

"Setelah selama beberapa hari kemarin ada 8 lokasi yang kami geledah dalam kasus suap terkait dengan impor bawang putih ini. Hari ini tim meneruskan proses penggeledahan di ketiga lokasi lainnya," ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (13/8). 

Berita Terkait : Kasus Korupsi Dana Hibah KONI, KPK Garap Staf Kemenpora

Ketiga lokasi baru adalah rumah tersangka Mirawati Basri, orang kepercayaan Nyoman, di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Kemudian, kantor Asia Tech Asia. "Ini juga kantornya MBS di Cilandak KKO," imbuh Febri. 

Yang ketiga adalah rumah tersangka Zulfikar di apartemen Cosmo Park Thamrin City di Tanah Abang. "Dari 3 lokasi hari ini kami menemukan cukup banyak dokumen-dokumen terkait dengan impor bawang putih tersebut, sehingga kami sita Dokumen itu dan juga sejumlah barang bukti elektronik seperti data-data di laptop dan informasi lain yang terkait," tutup Febri. 

Berita Terkait : Lagi, KPK Garap 7 Mantan Anggota DPRD Muara Enim

Sebelumnya, tim komisi antirasuah menggeledah ruang kerja Nyoman Dhamantra di lantai 6, Gedung Nusantara I, nomor 0628, Kompleks Parlemen, Senayan. Selain ruang kerja, tim KPK juga menggeledah apartemen Nyoman di Permata Hijau serta rumah anaknya di daerah Cilandak, Jakarta Selatan pada 10 Agustus lalu.

Dari hasil penggeledahan, tim penyidik menyita dokumen terkait izin impor bawang putih dan barang bukti elektronik. KPK juga sempat menyegel beberapa ruangan di Kemendag dan Kementan. [OKT]