KPK Cekal Anak Istri Tersangka e-KTP, Paulus Tannos

Klik untuk perbesar
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah (Foto: Tedy O Kroen/Rakyat Merdeka)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pencegahan terhadap istri dan putri dari tersangka kasus korupsi Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP), Paulus Tannos. Mereka adalah istri Paulus Tannos, Lina Rawung, dan putri Paulus Tannos, Catherine Tannos.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan, pencegahan terhadap Lina dan Catherine dimulai terhitung sejak 19 Agustus 2019.

Berita Terkait : Imam Nahrawi Tersangka, PKB Hormati Keputusan KPK

Febri tidak merinci keberadaan keduanya saat ini. Namun, ia mengatakan, keduanya beralamat di Singapura dan Indonesia. Selain anak dan istri Tannos, KPK juga melakukan pencegahan terhadap Ketua Konsorsium PNRI Isnu Edhi Wijaya dan Ketua Tim Teknis Teknologi Informasi Penerapan Kartu Tanda Penduduk Elektronik PNS BPPT Husni Fahmi.


Keduanya diketahui sudah berstatus tersangka dalam kasus rasuah yang merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun ini.

Berita Terkait : Imam Nahrawi, Menpora Kedua Yang Jadi Tersangka KPK

"Mereka dicegah ke luar negeri selama enam bulan pertama," ujar Febri melalui pesan singkat yang diterima RMco.id, Rabu (21/8).

Dalam kasus ini, KPK menetapkan empat tersangka baru. Mereka adalah anggota DPR 2014-2019 Miriam S. Haryani, Direktur Utama Perum Percetakan Negara RI dan Ketua Konsorsium PNRI Isnu Edhi Wijaya, Ketua Tim Teknis Teknologi Informasi Penerapan Kartu Tanda Penduduk Elektronik yang juga PNS BPPT Husni Fahmi, dan Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra Paulus Tannos.

Berita Terkait : KPK Cegah Pemegang Saham Perusahaan Penampung Duit Suap Eks Bos Petral

Keempat orang itu disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana.


Sebelumnya, KPK sudah menetapkan sejumlah orang sebagai tersangka dalam kasus korupsi e-KTP. Mereka adalah eks Ketua DPR Setya Novanto, bekas anggota DPR Markus Nari, dua pejabat di Kemendagri yakni Irman dan Sugiharto, Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo, pihak swasta Andi Agustinus, Made Oka Masagung, serta keponakan Novanto, Irvanto Hendra Pambudi. [OKT]