Kasus Suap PLTU Riau-1 Ikut Seret Nama Melchias Marcus Mekeng

Mantan Menteri Sosial Idrus Marham dan Pemilik perusahaan batu bara PT Borneo Lumbung Energi Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Golkar Eni Maulani Saragih (kiri) Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (2/1). (Foto: Mohamad Qori/Rakyat Merdeka).
Klik untuk perbesar
Mantan Menteri Sosial Idrus Marham dan Pemilik perusahaan batu bara PT Borneo Lumbung Energi Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Golkar Eni Maulani Saragih (kiri) Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (2/1). (Foto: Mohamad Qori/Rakyat Merdeka).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemilik PT Borneo Lumbung Energi dan Metal Tbk, Samin Tan mengaku, pertama kali bertemu dengan Eni Maulani Saragih atas jasa Melchias Marcus Mekeng.

Hal itu diungkapkan oleh Samin saat bersaksi dalam kasus dugaan suap kesepakatan kerja sama pembangunan proyek PLTU Riau-1 di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (2/1).

Baca Juga : Lion Air Pastikan, 7 Penumpang Asal Changsa Bebas Virus Korona

Samin yang bersaksi untuk Eni yang menjadi terdakwa dalam kasus ini menjelaskan, dirinya bertemu dengan Mekeng ketika anak perusahaan yang bergerak di bidang jasa pertambangan batu bara itu, PT Asmin Kolaindo Tuhup (AKT), saat itu tengah bermasalah dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Perusahaan itu bersengketa dengan Kementerian ESDM soal terminasi Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B). Samin mengaku dituduh Kementerian ESDM menjadikan PKP2B sebagai jaminan.

Baca Juga : Atasi Wabah Coronavirus, Beijing Gunakan Obat-obatan HIV

"Saya pun berpikir ini harus ke wakil rakyat. Saya pun temui pak Mekeng di kantor pak Mekeng di Menara Imperium," ujar Samin yang mengklaim, Ketua Fraksi Partai Golkar di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu adalah kawan lamanya.
 Selanjutnya