Jadi Tersangka

Nahrawi, Imam Yang Tak Patut Dicontoh

Klik untuk perbesar
Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora). Imam Nahrawi. (Foto: M. Qori Haliana/Rakyat Merdeka).

RMco.id  Rakyat Merdeka - KPK menetapkan Menpora Imam nahrawi sebagai tersangka perkara suap penyaluran dana bantuan untuk KONI.

Politisi PKB itu, disebut KPK menerima Rp 26,5 miliar sebagai komisi pencairan dana bantuan itu.

Penetapan tersangka Imam diu mumkan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di gedung KPK, kemarin sore.

Penyidikan kasus yang menjerat Imam merupakan pengembangan OTT yang dilakukan KPK pada 18 Desember 2018.

Saat itu, KPK menetapkan 5 tersangka. Tiga anak buah Imam, yakni Deputi IV Kemenpora Mulyana, Pejabat Pembuat Komitmen pada Kemenpora Adhi Purnomo, dan staf Kemenpora Eko Triyanto, serta dua pejabat KONI, Sekjen Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umum Jhonny E. Awuy.

Setelah mencermati fakta-fakta yang berkembang mulai dari proses penyidikan hingga persidangan, KPK memulai proses penyelidikan sejak 25 Juni 2019,” ungkap alex.

Dalam proses penyelidikan, KPK telah tiga kali memanggil Imam. Yakni, pada 31 Juli, 2 Agustus, dan 21 Agustus. Namun, menteri asal PKB itu tidak menghadiri permintaan keterangan tersebut.

“KPK memandang telah memberikan ruang yang cukup bagi IMR untuk memberikan keterangan dan klariflkasi pada tahap penyelidikan,” tuturnya.

Berita Terkait : Imam Nahrawi Ajukan Praperadilan

Setelah menemukan bukti permulaan yang cukup, sprindik alias surat perintah penyidikan diteken pada 28 Agustus dengan tersangka Imam dan asisten pribadinya, Miftahul Ulum. Penetapan tersangka itu sebelum DPR mengesahkan revisi UU KPK, Selasa (17/9) kemarin.

Imam disebut KPK mengantongi total uang Rp 26,5 miliar. Uang itu diduga merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh pihak KONI ke pada Kemenpora tahun anggaran 2018, pe nerimaan terkait Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima, dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatannya selaku Menpora.

Dari Rp 26,5 miliar itu, Alex merinci, Rp 14,7 miliar diterima Imam dalam rentang waktu 2014-2018, melalui Ulum.

Kemudian, dalam rentang wak tu 2016-2018, Imam meminta uang sejumlah total Rp 11,8 miliar.

“Uang tersebut diduga digunakan un tuk kepentingan pribadi Menpora dan pihak lain yang terkait,” jelas eks hakim ad hoc Pengadilan Tipikor ini. Penyidik bakal segera memanggil Imam untuk diperiksa sebagai tersangka.

Dia dipastikan akan segera menyusul Ulum yang sudah duluan ditahan pada Rabu (11/9) pekan lalu.

“Segera. Nanti penyidik yang menentukan,” tandasnya.

Menyikapi penetapan tersangka Men pora, Istana menyatakan, Imam oto matis akan mundur dari posisinya. “Iya, ada yurisprudensi ya, paling tidak itu secara otomatis mundur. Di minta tidak diminta, itu secara otomatis,” tegas Tenaga Ahli Kepala Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Nga balin, kemarin.

Berita Terkait : Bersahaja, Menkopolhukam Tidak Mau Dikawal Ketat

Ngabalin mengatakan, penetapan tersangka Imam membuktikan pemerintah Jokowi tak mengintervensi KPK. Soal pengganti Imam, Ngabalin menyebut hal itu merupakan hak prerogatif Presiden.

Sementara PKB mengaku terkejut dengan penetapan tersangka kadernya itu. Partai besutan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin itu bakal memberikan bantuan hukum kepada Imam.

“Kami juga akan melakukan tabayun mengklarifikasi ke yang bersangkutan (Imam Nahrawi),” ujar Sekjen PKB Hasanuddin Wahid.

“Mohon doanya kita bisa melalui ini dengan baik,” imbuh dia. Imam sendiri menggelar konferensi pers untuk menanggapi penetapan status tersangkanya di rumah dinasnya, Jl. Widya Chandra, semalam.

Imam yang berkemeja hitam dan berpeci menyatakan akan mengikuti proses hukum yang menjeratnya. Tetapi, dia berharap kasusnya tidak ber sifat politis.

“Saya berharap ini bukan sesuatu yang bersifat politis. Saya berharap ini bukan sesuatu yang ber sifat di luar hukum,” harap dia.

“Saya akan menghadapi. Kebenaran harus dibuka seluas-luasnya. Saya akan mengikuti proses hukum yang ada,” imbuh Imam.

Dia meminta, semua pihak menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Imam akan membuktikan dirinya tidak bersalah di pengadilan.

Berita Terkait : Imam Nahrawi Akhirnya Nyusul Ulum ke Penjara KPK

“Harus kita buktikan bersama-sama karena saya tidak seperti ya ng di tu duh kan,” tegasnya. Soal pengunduran diri dari jabatan Menpora, Imam menyatakan akan ber konsultasi dulu dengan Presiden Jokowi.

Adik Imam, Syamsul Arifin meradang dengan penetapan tersangka kakaknya oleh KPK. Dia menyebut KPK zalim. Penetapan tersangka kakaknya dinilai sarat muatan politis.

Dia hakul yakin Imam tak bersalah. Di jagat Twitter, nama Imam Nahrawi sempat jadi trending topic semalam. Banyak yang kaget dengan penetapan tersangka Imam.

“Waduh, nggak percaya. Padahal aku kagum banget sama menteri yang satu ini,” cuit @azizahimnida. “Wadidaw, diam-diam menghanyutkan ya pak. Padahal kemaren katanya mau berantas mafia sepakbola hmmm,” sambung @DwiePrasetyaa.

Ada juga yang menyesalkan. “Menpora Imam Nahrawi di duga korupsi. Nahrawi, Imam yang tak patut dicontoh,” cuit @Asong66. [OKT]

RM Video