Kasus Suap Lippo Group

Eddy Sindoro Pernah Bikin Memo Untuk Nurhadi

Klik untuk perbesar
Eddy Sindoro (berbaju putih) saat menjalani sidang pembacaan dakwaan dalam kasus suap PN Jakarta Pusat di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (27/12). (Foto: Mohamad Qori/Rakyat Merdeka)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Bekas staf Eddy Sindoro, Wresti Kristian Hesti mengaku pernah diperintah oleh bosnya itu untuk membuat memo yang ditujukan ke Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi Abdurahman. 
Memo tersebut, diakui Hesti, terkait perkara hukum sejumlah perusahaan. 

Saat bersaksi dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Senin (7/1), jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menampilkan barang bukti elektronik berupa percakapan antara Hesti dengan Eddy Sindoro. 

Dalam  percakapan tersebut, keduanya menyebut inisial N dan WU. Hesti menyebut N atau WU itu adalah Nurhadi. Dia mengaku diberitahu hal itu oleh pegawai PT Artha Pratama Anugerah Doddy Arianto Supeno. Dalam rekaman pembicaraan Hesti dan eks bos Lippo Group itu, Nurhadi juga disebut sebagai promotor.

“Biasanya saya diminta membuat memo untuk Pak N atau WU. Tapi saya tahu dari Pak Doddy, N atau WU itu Pak Nurhadi pejabat di MA. Jabatan terakhir Sekretaris MA,” kata Hesti saat bersaksi untuk terdakwa Eddy Sindoro Hesti mengaku menyiapkan semuanya dalam bentuk tertulis, dalam bentuk memo dan summary. Setelah itu dia menitipkan kepada Doddy. 
 Selanjutnya 

RM Video