Pihak KPK Tak Hadir, Sidang Praperadilan Imam Nahrawi Ditunda

Klik untuk perbesar
Mantan Menpora Imam Nahrawi (tengah) di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: Tedy ).Kroen/Rakyat Merdeka).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sidang gugatan praperadilan yang dilayangkan mantan Menpora Imam Nahrawi terkait kasus dugaan suap dana hibah KONI ditunda. 

Penundaan dilakukan karena pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selaku tergugat tak menghadiri persidangan. Persidangan ini sedianya digelar dengan agenda pembacaan permohonan praperadilan dari pihak Imam Nahrawi. 

Hakim tunggal Elfian mengatakan surat panggilan sidang sudah diterima KPK tertanggal 15 Oktober lalu. Namun hingga siang hari pukul 13.30 WIB KPK tak kunjung hadir. Hakim pun memutuskan menunda sidang selama 2 pekan. 

Berita Terkait : Tersangka KPK Teriak Soal Keadilan

"Persidangan ini Insyaallah kita buka kembali Senin 4 November," ujar Hakim Elfian di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Senin (21/10). Pihak kuasa hukum Imam Nahrawi tidak menerimanya. Mereka meminta hakim tidak menunda sidang selama 2 minggu. Yang dikhawatirkan, pokok perkara Imam Nahrawi akan segera rampung dan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor. 

"Klien kami ini kan berburu waktu. Belum masuk pokok perkara. Kami punya peran penting bagaimana hak klien kami diungkap di praperadilan. Kita juga kejar kejaran dari KPK ntar masuk ke pokok perkara," protes salah satu tim pengacara Imam. 

Namun, hakim Elfian bersikukuh melakukan penundaan hingga dua pekan. Kuasa hukum Imam Nahrawi, Saleh mengatakan, gugatan praperadilan dilayangkan Imam karena keberatan atas penetapan status tersangka, penyidikan hingga penahanan yang ditetapkan kepadanya. "Apakah penetapan tersangka itu sudah sesuai bukti permulaan yang cukup atau tidak," bebernya. 

Berita Terkait : Hakim Tolak Praperadilan Mantan Menpora Imam Nahrawi

Saleh kemudian mengungkit segudang prestasi Imam Nahrawi saat menjabat sebagai Menpora. Ia menuturkan, di bawah kepemimpinan Imam Nahrawi, prestasi atlet Indonesia di kancah internasional semakin meningkat. 

"Asian Games dari yang sebelumnya 4 emas di tahun 2014 kemudian di tahun 2018 berapa emas? 31 emas. Yang kedua untuk Asian Para Games 37 di bawah naungan atau di bawah Menpora Imam Nahrawi yang sebelumnya ada berapa sebelumnya 2014 ada 9 emas," tutur Saleh. 

"Nah ini adalah prestasi yang sangat luar biasa makanya kita terus terang kaget kemudian Mas Imam Nahrawi tahu tahu ditetapkan menjadi tersangka, poinnya salah satu itu," tandasnya. [OKT]