Kasus Dana Hibah KONI

Diperiksa 5 Jam, Menpora Buang Badan

Klik untuk perbesar
Menpora Imam Nahrawi, dikerumuni wartawan usai menjalani pemeriksaan di KPK, Kamis (24/1). (Foto: Tedy Octariawan Kroen/Rakyat Merdeka)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi keluar dari Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), setelah lima jam menjalani pemeriksaan. Imam, diperiksa sebagai saksi bagi tersangka Ending Fuad Hamidy, Sekjen KONI dalam kasus korupsi dana hibah untuk KONI Tahun Anggaran 2018.

“Terima kasih kepada wartawan, saya sebagai warga negara menghormati prosedur hukum dan saya dipanggil sebagai saksi,” tutur Imam ketika keluar pukul 15.25 WIB. Imam mengaku menjelaskan ke penyidik tentang tugas pokok dan fungsinya sebagai Menteri. Selain itu  dia juga menjelaskan mekanisme pengajuan dana. Termasuk, dana hibah.

Berita Terkait : Jokowi Tunjuk Hanif Dhakiri Jadi Plt Menpora

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengklaim sudah mengikuti mekanisme yang ada, ketika menandatangani proposal dana hibah KONI itu. “Ya kalau untuk mekanisme itu tentu saya harus mengikuti mekanisme aturan yang ada, baik yang dipayungi oleh UU ataupun Kementerian Keuangan. Mekanisme itu harus ditempuh dengan baik, oleh siapa pun pejabat negara,” tegasnya.


"Dan saya sampaikan juga, bahwa semua pengajuan surat-surat itu pasti tercatat dengan baik di kesekretariatan atau bagian tata usaha," imbuhnya. Ditanya soal tanda tangan yang dibubuhkan dalam prosposal itu, Imam melemparkannya ke pihak lain.

Berita Terkait : Menpora Ke Masjid Sebelum Pamitan, Banjir Duit Jadi Banjir Air Mata

Dia menyebut, dalam UU ada pembagian tugas yang jelas. Ada penggunaan anggaran, ada kuasa penggunaan anggaran.”Dan tentu harus dipertanggungjawabkan dengan baik oleh penerima anggaran, penerima bantuan,” imbuhnya seraya menekankan, tidak ada perlakuan khusus terhadap proposal tertentu.

“Kalau tugas menteri itu kan tidak hanya soal proposal. Tapi banyak tugas-tugas lain. Ada namanya sekretaris ada surat kementerian, ada juga apa namanya deputi, dan merekalah. Di situ semuanya sudah dilakukan oleh unit teknis,” tambah Imam.

Berita Terkait : KPK Cegah Imam Nahrawi Ke Luar Negeri

Dicecar terus soal persetujuannya atas proposal dana hibah itu, Imam hanya berkata, “Saya menjawab sesuai dengan tugas pokok fungsi saya sebagai menteri.” Pernyataan itu diulanginya sampai dua kali.


Diketahui, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka kasus dugaan suap dana hibah pemerintah kepada KONI melalui Kempora. Kelima tersangka itu adalah Deputi IV Kemenpora Mulyana, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemenpora Adhi Purnomo; staf Kemenpora Eko Triyanto; Sekjen KONI, Ending Fuad Hamidy dan Bendahara KONI Jhonny E. Awuy. [OKT]