Sofyan Basir Ngaku Ngomongin Soal Ambulans

Klik untuk perbesar
Direktur Utama PLN Sofyan Basir. (Foto: M Qori Haliana/Rakyat Merdeka)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir mengaku tak pernah membicarakan soal proyek PLTU Riau-1 dengan Idrus Marham. Yang dibicarakan adalah soal Corporate Social Responsibility (CSR). Hal itu disampaikan Sofyan Basir saat bersaksi untuk terdakwa Idrus Marham di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (12/2).

Sofyan mengungkapkan, Idrus menemui dirinya di kediamannya. Sebelumnya, Sofyan mengikuti acara santunan anak yatim di JCC Senayan. Namun, Idrus berhalangan hadir. Sebagai gantinya, Idrus datang ke rumah Sofyan.

Berita Terkait : Keukeuh Nggak Salah, Idrus Minta Dibebaskan


Idrus datang bersama Kotjo dan Eni. Saat itu, Kotjo membicarakan proyek PLTU Riau 2. Namun, Sofyan marah lantaran Kotjo belum menyelesaikan proyek PLTU Riau-1. Melihat Sofyan marah, Idrus segera memotong percakapan, dan meminta agar Eni dan Kotjo keluar dari kediamannya.

Idrus mengatakan, dia memiliki hal lain yang perlu dibicarakan dengan Sofyan. “Pak Idrus bilang, ya sudah Pak Kotjo sama dinda (Eni) keluar saja dulu. Akhirnya mereka berdua keluar,” ungkap Sofyan.

Berita Terkait : Idrus Ngaku Korban Pragmatisme Eni Maulani Saragih

Hal lain yang dibicarakan Idrus adalah rencana anggaran dana desa untuk daerah 3T, yakni daerah tertinggal, terdepan dan terluar di Indonesia. Selain itu, Sofyan mengaku membahas soal Corporate Social Responsibility (CSR). Idrus meminta mobil ambulans.


“Ada 3 mobil. Kalau CSR nggak bisa (dari PLN untuk) kementerian, harus masjid langsung,” beber Sofyan.

Berita Terkait : Idrus Marham Minta Dituntut Ringan

Dia pun membantah Idrus menyinggung soal proyek PLTU Riau-1, Sofyan menepisnya. “Menurut saya tidak (disinggung soal PLTU Riau-1) pada saat itu,” tegasnya. [OKT]

RM Video