Suap Kalapas Sukamiskin

Suami Inneke Divonis 3,5 Tahun Penjara

Klik untuk perbesar
Direktur Utama PT Merial Esa, Fahmi Darmawansyah (Foto: Tedy Octariawan Kroen/Rakyat Merdeka)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung menjatuhkan hukuman penjara 3,5 tahun terhadap Fahmi Darmawansyah, terdakwa penyuap eks Kalapas Sukamiskin Wahid Husein. 

Dalam sidang vonis yang digelar di Ruang Sidang VI, majelis hakim menilai Fahmi telah secara sah dan meyakinkan melakukan suap terhadap Wahid Husein untuk mendapat sejumlah fasilitas selama ditahan di dalam lapas. 

Berita Terkait : Penyuap Direktur Krakatau Steel Divonis 1,9 Tahun Penjara

“Dalam persidangan dapat dibuktikan terdakwa memberikan sesuatu pada Wahid Husein berupa mobil dan sejumlah barang lainnya,” ujar hakim, Rabu (20/3). 


Fahmi terbukti melakukan perbuatan melawan hukum sesuai dakwaan primer Pasal 5 ayat (1) huruf b UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana. “Menjatuhi hukuman penjara 3 tahun 6 bulan dan denda Rp 100 juta subsider 4 bulan penjara,” putus hakim. 

Berita Terkait : Dua Pengusaha Penyuap Pejabat Krakatau Steel Dituntut 2 dan 1,8 Tahun Penjara

Pertimbangan memberatkan karena Fahmi telah bertentangan dengan program pemerintah memberantas tindak pidana korupsi dan telah mengulangi perbuatannya. 

Sementara hal yang membuat hukuman berkurang karena majelis hakim menilai Fahmi berlaku sopan selama sidang dan memiliki tanggungan keluarga istri juga dua anak yang masih sekolah. 
Vonis ini di bawah tuntutan jaksa KPK yang menuntut Fahmi dengan pidana penjara 5 tahun dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan penjara. 

Berita Terkait : Jadi Saksi Tersangka PT Merial Esa, Inneke Digarap KPK

Fahmi akan lebih lama berada di Sukamiskin. Sebab, dia masih menjalani hukuman dalam kasus suap pejabat Bakamla yang dijalaninya sejak Juni 2018. Dalam kasus ini dia divonis 2 tahun 8 bulan penjara. [OKT]