Bowo Bukan Satu-Satunya Caleg Yang Kumpulkan uang Haram Untuk Serangan Fajar

KPK Harap Peran Aktif Bawaslu dan Kepolisian

Ketua KPK Agus Rahardjo (Foto: Tedy Octariawan Kroen)
Klik untuk perbesar
Ketua KPK Agus Rahardjo (Foto: Tedy Octariawan Kroen)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menduga, politisi Partai Golkar Bowo Sidik Pangarso bukan satu-satunya calon legislatif (caleg) yang mengumpulkan “uang haram” untuk melakukan “serangan fajar”. 

“Kalau saya,  melihatnya sebagai sinyal. Jangan-jangan, ini juga seperti permukaan gunung es, gitu ya. Ternyata, semua orang melakukan itu. Gitu kan. Kebetulan, ini hanya satu yang ketangkep,” ujar Agus di Gedung Merah Putih KPK, Jl. Kuningan Persada, Jumat (29/3). “Kemungkinannya kan banyak sekali ya,” imbuhnya. 

Baca Juga : Bahas Abu Sayyaf, Mahfud MD Segera Sambangi Malaysia

Namun, kendalanya, kewenangan komisi antirasuah terbatas. Sebab KPK hanya bisa menindak penyelenggara negara. Kebetulan, Bowo adalah anggota DPR. “Sulit, karena belum tentu pelakunya penyelenggara negara. Kebetulan saja, kemarin penyelenggara negara. Kemudian, dari sisi undang-undang, kami terbatas,” ungkap mantan  Ketua Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) itu. 

Kewenangan untuk mengusut dugaan tindak pidana Pemilu itu ada di tangan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan kepolisian. “Kalau nggak salah, sudah ada pengawasan Bawaslu dan Kepolisian. Saya berharap, mereka bisa lebih aktif melakukan pengawasan. Karena, semalam kami menemukan amplop yang begitu banyaknya,” ujar Agus.

Baca Juga : Presiden Xi: Kita Harus Kompak Perangi Coronavirus

Diketahui, KPK menyita uang Rp 8 miliar milik Bowo. Uang-uang yang dikonversi dalam  pecahan Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu itu telah dimasukkan ke dalam 400 ribu amplop. Kemudian, dimasukkan dalam 84 kardus. Uang tersebut diduga bakal digunakan Bowo untuk 'serangan fajar' pada Pemilu 2019. Politikus Golkar itu kembali mencalonkan diri pada Pemilu 2019 di daerah pemilihan Jawa Tengah II. [OKT]