Penambahan 31 Kodim di Indonesia Timur Penting untuk Jaga NKRI

Klik untuk perbesar
Susaningtyas Kertopati (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Rencana TNI AD menambah 31 komando distrik militer (kodim) baru di wilayah Indonesia timur disambut baik pengamat militer, Susaningtyas Kertopati. Dia memandang, penambahan ini sebagai sesuatu yang strategis dan penting. 

"Penambahan 31 Kodim di wilayah Indonesia bagian timur dapat dipandang sebagai rangkaian pembentukan Kotama Operasional TNI," ucap Nuning, sapaan akrab Susaningtyas.

Sebelumnya, ada empat Kotama Operasional yang dibentuk di awal kepemimpinan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Yakni Divisi lll Kostrad, Koarmada lll, Koopsau lll, dan Pasrat 3.

Berita Terkait : Oesman Sapta : Indonesia Butuh Komitmen Pemuda untuk Menjaga NKRI

Pembentukan Kotama Operasional tersebut merupakan antisipasi pemerintah atas dinamika lingkungan strategis di Samudera Pasifik dan pengaruhnya atas kondisi di wilayah Indonesia bagian timur.


"Pembentukan 31 Kodim tersebut merupakan satu rangkaian dari kelanjutan pembentukan Kotama Operasional TNI untuk menyelenggarakan fungsi teritorial. Kondisi Papua dengan masih berjangkitnya wabah separatisme menjadi pertimbangan yang dominan atas upaya pemerintah menjaga keutuhan NKRI," tuturnya.

Nuning melihat, pembentukan 31 Kodim tersebut juga dapat dipahami seluruh masyarakat Indonesia jika dibarengi dengan upaya pengurangan Kodim di wilayah Indonesia bagian barat dan bagian tengah. Dengan begitu, jumlahnya tetap imbang. Di sisi lain, keamanan bagian barat dan bagian tengah selama ini relatif stabil.

Berita Terkait : Dengan Koopssus, Pemberantasan Terorisme Akan Tuntas

"Perimbangan bentukan baru Kodim dengan likuidasi sebagian Kodim di Jawa dan Sumatera dapat diproyeksikan ke Ternate, Papua, dan sekitarnya," terang Nuning.

Perimbangan tersebut, tambahnya, patut dilaksanakan Mabes TNI AD agar transparansi TNI AD dapat diterima masyarakat luas sekaligus menjaga neraca keuangan negara.

"Mabes TNI AD patut menghitung biaya operasional 31 Kodim baru tersebut dengan output yang diinginkan secara akuntabel dan kredibel," tandasnya. [USU]