Peran TNI dalam Penanganan Papua Sudah Tepat

Klik untuk perbesar
Susaningtyas NH Kertopati (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Peran TNI dalam penanganan masalah yang terjadi Papua sudah sesuai dengan kebijaksanaan pemerintah. Yaitu dengan mengedepankan pendekatan antropologi dibandingkan pendekatan keamanan. 

Demikian disampaikan pengamat intelijen dan pertahanan, Susaningtyas NH Kertopati. Peraih gelar doktor bidang intelijen ini pun mendukung segala langkah TNI dalam mengatasi masalah yang terjadi di Papua.

Berita Terkait : Hoaks, Berita Soal Pengamanan Gereja di Jakarta Saat Pelantikan Presiden

Menurut Nuning, sapaan akrab Susaningtyas, sejak Presiden Abdurrahman Wahid, TNI selalu konsisten mendampingi masyarakat Papua menghadapi berbagai persoalan sosial. TNI selalu berusaha memberikan bantuan fisik untuk membantu pembangunan daerah sekaligus berperan menjadi guru di sekolah-sekolah yang terpencil di pelosok Papua. 

“Banyak juga prajurit TNI yang bertugas sebagai tenaga medis membantu penyuluhan kesehatan dan pertolongan pertama pada kecelakaan. Doktrin TNI untuk membantu masyarakat Papua dijalankan sepenuhnya oleh para prajurit di lapangan dalam kerangka operasi teritorial dalam aspek pembinaan dan penggalangan,” tutur Nuning, Jumat (23/8).

Berita Terkait : Penajam Paser Utara Rusuh, Bambang Menenangkan

Nuning menerangkan, banyak pengamat dari dalam dan luar negeri memberi apresiasi atas peran TNI tersebut. Apa yang sedang terjadi saat ini dapat dikatakan sebagai unintended consequence atas suatu dinamika relasi antara masyarakat dengan pemerintah daerah setempat. 

“Kejelian aparat di lapangan membaca situasi dan kondisi sosial masyarakat Papua justru yang berhasil melokalisir permasalahan tidak berkembang menjadi ekses. Keberanian pimpinan TNI didukung pihak Polri merupakan kunci keberhasilan meredam berbagai hoaks,” jelasnya.

Berita Terkait : TNI-Polri Tak Boleh Ragu Jaga Stabilitas Keamanan Pelantikan Presiden

Kementerian Komunikasi dan Informastika (Kominfo), tambah Nuning, juga turut serta menetralisir berbagai anasir yang ingin membuat permasalahan di Papua menjadi berlarut-larut. Nuning pun setuju dengan kebijakan Kominfo yang membatasi akses data internet di Papua untuk sementara waktu.

Agar tidak terulang kejadian yang sama, tambah Nuning, para prajurit TNI yang bertugas di sana perlu mendapatkan pembekalan antropologi Papua agar paham budaya dan lingkungan masyarakat di bumi cenderwasih tersebut. “Pendekatan sosial budaya dan dialog antarpihak yang memiliki kepentingan harus dilaksanakan secepatnya,” tandasnya. [USU]