RMco.id  Rakyat Merdeka - Negara Indonesia yang punya kekayaan alam begitu melimpah jadi incaran oleh negara yang ingin menguasai. Penguasaan itu bahkan dilakukan dengan cara mengadu domba antarsaudara setanah air.

Monisyah, Ketua Seknas Jokowi Jabodetabek dan juga Sekretaris Umum Persaudaraan Nusantara Bersatu, mengajak seluruh elemen bangsa untuk mensyukuri kebaikan yang telah diberikan oleh Tuhan bagi bangsa ini. "Di usia kemerdekaan Indonesia yang ke-74 ini, kita harus mensyukuri kebaikan yang diberikan oleh Tuhan. Mari kita jaga persatuan dan kesatuan tanpa melihat suku, agama atau ras manapun demi kemajuan bersama," ujar Monisyah.

Dikatakan Monisyah, sebagai anak bangsa, semua harus berkomitmen menjaga Pancasila sebagai ideologi kebangsaan dan kita juga harus berkomitmen bahwa NKRI adalah harga mati. Karena ada pihak-pihak yang mempunyai kepentingan atau agenda politik ekonomi yang menginginkan bagaimana supaya sumber daya Indonesia yang begitu besar ini dikuasainya dengan cara memecah belah generasi bangsa. 

Baca Juga : Tenang, Kunci Pasien Covid-19 Cepat Sembuh

"Oleh karena itu, mari kita rapatkan barisan, terutama saya sebagai generasi muda relawan Jokowi yang berkomitmen menggalang dukungan moril dan politik untuk mengawal pemerintahan Jokowi-Ma'aruf Amin untuk 5 tahun ke depan," katanya.

Monisyah memiliki keyakinan bahwa Jokowi-Ma'aruf merupakan anugerah Tuhan. Keduanya merupakan pasangan antara umaro dan ulama. Dia yakin, 5 tahun ke depan bangsa Indonesia akan menjadi negara yang maju dan sumber daya manusia juga akan menjadi lebih unggul. 

"Kita juga yakin bahwa persaudaraan kita bukan hanya ukhuwah islami tetapi juga ukhuwah watoniah. Kita yakin Indonesia akan menjadi rahmatan lil alamin bukan hanya untuk rakyatnya tetapi juga bagi bangsa lain di seluruh dunia," paparnya.

Baca Juga : Pasien Sembuh Di Flat Isolasi Mandiri Sebanyak 145 Orang


Relawan Tidak Campuri Pemilihan Menteri

Sebagai relawan, Seknas Jokowi memiliki peran yang cukup penting dalam mengantarkan kemenangan bagi Jokowi-Ma'ruf di pilpres beberapa waktu. Meskipun begitu, relawan tidak akan mencampuri dam hal pemilihan menteri di Kabinet Kerja jilid II.

"Terkait kabinet di periode kedua nanti, kami berharap Pak Jokowi memilih menteri yang benar-benar kompeten untuk melengkapi pemerintahannya. Pilihlah menteri yang memiliki jiwa nasionalis demi kepentingan bangsa Indonesia," tegas Monisyah.

Baca Juga : Teten Gandeng KPK Kawal Banpres UMKM

Monisyah menjelaskan, menteri itu bisa dari berbagai latar belakang mulai dari partai politik, relawan, teknokrat ataupun profesional. Meskipun begitu kami tetap tidak akan mencampurinya karena itu merupakan hak prerogatif Presiden.

"Akan tetapi kami akan tetap mengawal pemerintahan Jokowi-Ma'aruf Amin untuk 5 tahun ke depan. Dan kita hanya berpesan agar Pak Jokowi jangan sampai memilih menteri yang hanya memiliki kepentingan pribadi, kelompok atau golongannya saja sehingga kepentingan rakyat dikorbankan," ungkapnya. [KW]