Gerakan Bagimu Negeri Panggil Anak Bangsa Dukung Ketahanan Nasional

Logo Gerakan Bagimu Negeri (Grafis: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Logo Gerakan Bagimu Negeri (Grafis: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Mana Baktimu? Negara butuh aksi nyata, bukan hanya wacana. Inilah imbauan dan gerakan inisiatif publik yang muncul dikarenakan adanya panggilan nurani dari sang ibu pertiwi. Keprihatinan atas ancaman keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI).

Diperkirakan terdapat lima ancaman yang dihadapi bangsa dan negara kita tercinta ini. Pertama, ancaman krisis moral, ideologi, jati diri dan ketahanan nasional. Ketiga, ancaman paham Radikalisme dan Isu SARA. Ketiga, ancaman narkoba, korupsi, gaya hidup hedonisme dan konsumerisme. Keempat, ancaman hoaks, konflik horisontal, dan perpecahan. Kelima, ancaman disrupsi digital, lapangan kerja yang terbatas dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Melihat ancaman, muncul inisiatif publik dari anak bangsa yang peduli untuk membentuk gerakan Bagimu Negeri. Tujuan Gerakan Bagimu Negeri adalah melakukan aktivitas komunikasi untuk mendukung ketahanan nasional dan implementasi Pancasila dengan melibatkan semua elemen bangsa lintas sektor dan semua komponen penta helix. 

Berita Terkait : Demi Keamanan Umrah Stop Saja

Gerakan ini diluncurkan di di Gedung Kemenkominfo, Jakarta, Senin (7/10). Menghadirkan sejumlah nara sumber terdiri  4 orang Inisiator Gerakan ini yakni Dirjen IKP Kemenkominfo Prof Widodo, praktisi televisi  Arief H Thamrin, praktisi radio Mistam, dan Brigjen Budi Pramono dari Dewan Ketahanan Nasional.

Widodo mengutarakan, gerakan ini adalah inovasi baru. Biasanya,  Dirjen IKP melakukan komunikasi top down sebagai fungsi government PR. Kali ini, inisiatif komunikasi dilakukan dari publik berupa komunikasi bottom up dengan munculnya komunitas bagimu negeri. 

"Sehingga kami sangat mendukung dan ikut aktif dalam upaya memberdayakan partisipasi publik. Misinya agar mendorong semua elemen bangsa ikut aktif dalam berbagai aktifitas untuk ketahanan nasional," kata Widodo.

Baca Juga : Komisi VII DPR Akan Cari Jalan Keluar Masalah Larangan Ekspor Nikel

Gerakan Bagimu Negeri dimulai secara probono sukarela oleh para inisiator yang punya visi dan keprihatian yang sama. Gerakan ini bersifat formal dan informal dari anak bangsa lintas sektor, dalam komunitas dan forum wedangan guyub. Sehingga dapat diikuti berbagai elemen anak bangsa, tanpa sekat birokrasi, dan tidak ada hirarki yang kaku. 

Arief Thamrin menjelaskan, Gerakan Bagimu Negeri mempunyai logo unik. Mencerminkan warna keragaman bangsa yang dinamis dengan gaya milenial. Disertai simbol kepulauan Indonesia sebagai cermin kesatuan NKRI. Konsep komunikasi gerakan ini mengusung semangat adanya National Call, Ibu pertiwi memanggil, mengajak partisipasi Publik agar peduli dan memberikan bakti berupa aksi nyata bagimu negeri. 

Tema komunikasi gerakan ini, lanjut Arief, antara lain membawa semangat nasionalisme, positivisme, optimisme yang diserta aksi nyata berupa prestasi, kreatifitas, inovasi, apresiasi yang memberi inspirasi dan memotivasi upaya ketahanan nasional. “Dalam aplikasinya, pendekatan komunikasi bersifat tidak eksplisit dan doktrin. Sifatnya implisit dan inspiratif dengan pendekatan kekinian yang memotivasi dan mengundang partisipiasi aktif publik untuk membumikan pancasila dan ikut menjaga ketahanan nasional,” ucap Ketua Dewan Pengawas TVRI.

Baca Juga : Wamen PUPR Keluhkan Pembangunan Di Daerah Lambat

Mistam menambahkan, implementasi dari gerakan ini bersifat inklusif. Logo dan tagar serta bentuk komunikasi dan aktifitas dapat beradaptasi dengan berbagai kreatifitas. Sehingga dapat disesuaikan dengan berbagai tema hari besar nasional dan kebijakan yang ada. Sepanjang sesuai tujuan tadi. 

Budi Pramono menerangkan, Gerakan Bagimu Negeri ingin menyadarkan kita semua akan pentingnya menjaga nilai nilai Pancasila dan mari berbuat sesuatu untuk ketahanan nasional NKRI. "Tugas besar dan mulia ini tidak mungkin hanya menjadi tupoksi lembaga negara dan kementerian terkait. Perlu kontribusi semua elemen bangsa agar berbakti bagi negeri. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi. Demikianlah himbauan untuk kita semua agar peduli dan bangkit menjaga kesatuan dan keutuhan bangsa dan negara  tercinta,” pungkasnya. [KW]