Bisakah `Orang Miskin` Jadi Menterinya Jokowi?

Baju putih untuk para menteri, diangkut masuk ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10). (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Baju putih untuk para menteri, diangkut masuk ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10). (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Hingga kemarin, sejumlah calon menteri yang dipanggil menghadap Presiden Jokowi ke Istana masih didominasi kalangan ekonomi menengah ke atas. Alias orang kaya. Lalu, bagaimana dengan orang miskin? Bisakah mereka juga jadi menterinya Jokowi?

Pengamat Politik Hendri Satrio dan Pengamat Sosial Universitas Syiah Kuala Fadhli Ali, yakin bisa. Apalagi Jokowi merupakan sosok yang suka memberi kejutan. Hendri menyatakan, akan sangat menarik jika komposisi kabinet juga diisi dari kalangan menengah ke bawah.

“Memang sangat menarik ya kalau diatur. Bukan hanya datang dari ekonomi yang menengah atas ya. Misalnya juga, datang dari menengah ke bawah,” kata Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI itu kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Hendri pun mengusulkan, di pemanggilan hari ini, Jokowi membuat perubahan. Tidak semua yang dipanggil dari kalangan atas, seperti yang dilakukan kemarin. Jokowi perlu mengakomodir sosok-sosok potensial yang mewakili golongan masyarakat miskin untuk membantunya di dalam Kabinet Kerja jilid II. "Misalnya guru, atau yang datang dari buruh,” sebutnya.

Baca Juga : Sudah Saatnya Parkir Khusus Ojol Dibangun Di Stasiun Dan Mall

Ia menyadari, menteri-menteri yang dipilih harus disesuaikan dengan kebutuhan Jokowi di periode kedua. Dipilihnya orang-orang kaya duduk di kursi menteri, kata Hendri, kemungkinan disesuaikan dengan arah kebijakan pembangunan Jokowi.

“Tergantung Pak Jokowi, indikatornya bagaimana. Kebutuhan Presiden apa, skill yang dibutuhkan apa,” ucapnya. Namun, ia berkeyakinan Jokowi tidak akan memakai indikator ekonomi dalam menentukan seseorang sebagai pembantunya di kabinet.

Sehingga, siapa pun, termasuk dari kalangan ekonomi menengah ke bawah, tidak menutup kemungkinan bisa dipilih sebagai menteri.

"Saya sih yakin, Presiden tidak bikin indikator ekonomi untuk calon menteri. Yang dia cari kapasitasnya. Jadi kalau kebetulan ada yang punya kapasitas, tapi ternyata menengah ke bawah pasti diambil sama dia,” tutur Hendri.

Baca Juga : Disdik Nggak Usah Urusin Pembangunan Fisik Sekolah

Sedangkan Fadhli Ali menyatakan, Kabinet Kerja jilid II harus komposisi yang menggambarkan semua kalangan. Tidak hanya diisi orang-orang dari kalangan berduit. “Jangan orang-orang berduit semua,” saran Fadhli, saat berbincang dengan Rakyat Merdeka, tadi malam.

Kendati demikian, ia yakin Presiden Jokowi akan memberikan kejutan di last minute pengumuman nama-nama menteri. Dia prediksi akan hadir sosok menteri yang tidak diperhitungkan sebelumnya, lantaran minus dalam hal finansial.

“Pak Jokowi kan suka membuat kejutan-kejutan. Hal-hal baru dan tidak biasa,” tuturnya. Di tengah munculnya wajah orang- orang berduit yang dipanggil ke Istana untuk calon kabinet, ia berkeyakinan publik juga merindukan sosok lain. Jokowi diharapkan mau mengakomodir keinginan publik itu.

“Mungkin ini juga satu kejutan dalam susunan kabinet Jokowi kali ini,” tandasnya.

Baca Juga : KPK, Kapan OTT Lagi?

Ia tidak memungkiri, bahwa langgam politik di Indonesia secara keseluruhan dewasa ini, masih melihat faktor ekonomi sebagai salah satu yang menentukan.

Faktor itu juga kemungkinan turut mempengaruhi keputusan dalam menentukan nama menteri. “Mungkin baru Fadjroel yang memang bukan dari kalangan berduit,” ucapnya. [SAR]