DKI Mau Sebar Lahan Parkir Di Luar Jakarta

Kendaraan Masuk Jakarta Untuk Kerja, Bukan Parkir

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (Foto: IG@aniesbaswedan)
Klik untuk perbesar
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (Foto: IG@aniesbaswedan)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, berencana membangun banyak lahan parkir di dekat stasiun LRT dan MRT yang terletak di kawasan pinggiran Jakarta.

Meski begitu, wacana ini belum tentu bakal mengurangi kemacetan di Ibu Kota. Banyak orang memerlukan kendaraan pribadi meski beraktivitas di Jakarta. Lagipula lokasi parkir di Jakarta masih tersedia dan tarifnya juga terjangkau.
 
Seorang warga Depok, Mufti menuturkan, kalau orang dari luar Jakarta cuma pergi ngantor ke Jakarta, rugi jika membawa kendaraan pribadi ke kantor. “Beda kalau kita bawa mobil dari Depok ke Jakarta itu untuk dipakai kerja (wara-wiri), mau parkirnya mahal pun toh kita mau gak mau bayar juga,” katanya. 

Warga lainnya, Ihsan menyebutkan, kendaraan pribadi diparkir di luar Jakarta itu mirip seperti di taman bermain atau kawasan wisata. Bahkan di kawasan wisata, ada transportasi gratis yang disediakan di dalam. “Yah kalau transportasi umumnya gratis, kalau masih terjangkau boleh lah, tapi mana? Nungguin MRT jadi dulu kan,” ujarnya. 

Berita Terkait : Pemprov, Gerak Cepet Dong, Angkut Sampah Sisa Banjir

Sementara itu, Dani mengatakan, nyari lahan di pinggiran Jakarta lumayan susah, apalagi jika mau bangun lahan parkir. Maklum, developer perumahan sudah menyisir dan menguasai lahan-lahan di pinggir Jakarta, apalagi yang deket fasilitas umum seperti stasiun dan jalan tol.

“Kalau lahan parkir kan butuhnya luas, musti buru-buru dibangun tuh sebelum gak jadijadi,” ucapnya. Dia menambahkan, pihak swasta juga sudah tergiur untuk membuat bisnis lahan parkir, baik di Jakarta maupun luar Jakarta. Seharusnya pemerintah juga ikut menggandeng mereka itu. 

Warga berikutnya, Hendri mengaku heran dengan wacana pembangunan lahan parkir di luar Jakarta. “Emang yang bikin macet itu orang dari luar Jakarta saja?” katanya. Dia mengusulkan, perlu solusi yang menyeluruh untuk mengatasi kemacetan agar masyarakat tidak ada yang merasa dianaktirikan.

Berita Terkait : Bertahun-tahun Banjir dan Macet Kok Dibiarkan Sih...

Sebelumnya, Gubernur Anies Baswedan mengatakan, pembangunan kawasan park and ride itu menjadi solusi mengurangi kemacetan di Jakarta. “Kami perlu membangun banyak lahan parkir yang tak hanya dibangun di DKI, tapi juga dibangun di luar jakarta,” ujarnya. 

Dia menerangkan lahan parkir di kawasan pinggiran Jakarta akan bertarif murah, sedangkan untuk lahan parkir di dalam kota tarifnya akan dinaikkan. Dengan strategi tersebut, masyarakat yang setiap hari keluar masuk Jakarta diharapkan akan beralih menggunakan transportasi umum. 

Sebelumnya, Anies mengatakan saat ini kerugian yang ditimbulkan kemacetan di Jakarta diperkirakan mencapai Rp100 triliun per tahun. Melihat besarnya potensi kerugian akibat padatnya kendaraan di Ibu Kota, Presiden Jokowi menyerahkan pengelolaan transportasi Jabodetabek kepada DKI agar sistem pengelolaannya lebih sederhana dan DKI memiliki kewenangan lebih luas. 

Baca Juga : Sahroni Ajak Pengusaha Gunakan Dana CSR Tanggulangi Corona

Dengan kewenangan mengelola transportasi Jabodetabek, selain membangun banyak park and ride di pinggiran Jakarta, Pemprov DKI akan mengelola jalan nasional di Jabodetabek yang jumlahnya mencapai 38 ruas. 

Tak hanya itu, Pemprov DKI juga telah bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bogor, Pemerintah Kabupaten Bogor, Pemerintah Kota Bekasi, dan Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk membangun 10 park and ride di kota dan kabupaten tersebut. 

Sejauh ini, park and ride Jakarta sudah beroperasi ada di Terminal Ragunan, Terminal Kampung Rambutan, Terminal Kalideres, Terminal Pulo Gebang, dan Thamrin 10. Pengelolaannya diserahkan kepada Unit Pengelola Perparkiran Dinas Perhubungan DKI Jakarta. [OSP]