Pantas Diajukan Jadi Pahlawan Nasional

70 Tahun Gugurnya Chatib Sulaiman, Sang Republiken

Klik untuk perbesar
Mantan wartawan Rakyat Merdeka, Fikrul Hanif (kanan), penulis buku ‘Sang Republiken’ di acara bedah bukunya, sekaligus peringatan 70 Tahun Gugurnya Chatib Sulaiman, Pejuang Kemerdekaan dari Sumatera Barat di Padang, Sumatera Barat, Sabtu (19/1). (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Peristiwa 70 tahun gugurnya Chatib Sulaiman, seorang pejuang kemerdekaan dari Sumatera Barat, Sabtu (19/1) lalu diperingati di Padang, Sumatera Barat. Acara ini sekaligus termasuk rangkaian pengajuan Chatib sebagai Pahlawan Nasional.   

 Acara ini juga dimeriahkan dengan seminar nasional, bedah buku dan talk show di radio dan stasiun televisi. Sementara bedah buku, membedah dua karya mantan wartawan Rakyat Merdeka, Fikrul Hanif. Yakni Sang Republiken dan Chatib Sulaiman.

Baca Juga : Pengusaha Sambut Baik Perjanjian IK-CEPA Dengan Korsel

Chatib Sulaiman, ungkap Hanif, adalah tokoh dengan multi talenta. Meski hanya bersekolah hingga Kelas 2 MULO (Meer Uitgrebeid Lager Onderwijs). Sekolah di zaman kolonial Belanda setingkat SMP. Tapi semasa hidupnya pernah menjadi guru, pemain biola, bankir, pamong pemerintah, hingga ahli perang gerilya.

Semasa hidupnya, lanjut Fikrul, Chatib memang mendedikasikan diri untuk bangsa dan tanah airnya. Karena di masa revolusi kemerdekaan sudah muncul istilah Republiken, Fikrul pun Merasa pantas menyematkan julukan Sang Republiken kepada sosok Chatib Sulaiman. Apalagi, karena kata itu memang sudah juga melekat pada kelompok atau golongan yang membela Republik Indonesia. 

Baca Juga : Laba Bersih WOM Finance Naik 19 Persen

Di tengah menjalankan misi Gubernur militer Sumatera Tengah, Mr. Sutan Moh Rasjid, cerita Fikrul, Chatib akhirnya tewas tertembak. Yakni pada peristiwa 15 Januari 1949. Peristiwa itu menjadi bagian tragedi Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Situjuh Batur Kabupaten Limapuluh Kota.

 "Dari rentetan kisah hidupnya, Chatib tentu pantas diajukan sebagai Pahlawan Nasional. Dia telah membuktikan kapasitasnya di masa Pergerakan, masa Jepang, dan gugur dalam tugas negara,” jelas penulis sejumlah buku ini. [RUS]

RM Video