Urusan Impor Beras Dikritik Lagi Nih

Klik untuk perbesar
Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN). Hendri Saparini, (Foto: doc.Wikipedia)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Indonesia yang hingga kini menjadi salah satu negara pengimpor beras, terus dikritik. Mengingat sebagian besar wilayah Indonesia merupakan wilayah pesawahan yang masih asri. Namun, akumulasi peningkatan hasil pertanian, masih jauh di bawah Vietnam. 

Hal ini disampaikan Hendri Saparini, PhD, dari Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN). Untuk itu, ujarnya, Indonesia perlu melakukan terobosan dan lompatan. Baik dalam sektor pertanian, industri, pendidikan, dan lain-lain. 

Baca Juga : Pertamina Turunkan Harga Avtur

“Hal yang harus diperhatikan dalam sektor pertanian adalah, baik pemerintah maupun masyarakat, harus ikut mendorong sektor pertanian,” tegas Hendri.  Antara lain, lanjut Komisaris Utama PT Telkom, dengan peningkatan distribusi beras. Termasuk menciptakan inovasi baru oleh para penerus bangsa.

Dengan begitu, para petani terbantu mengolah lahan. Termasuk membantu para distributor dalam penjualan beras.  Hal ini dia sampaikan pada seminar bertajuk Arah Pembangunan Ekonomi Indonesia,  Peningkatan Daya Saing Ekonomi dan Pemerataan Pembangunan.

Baca Juga : Jabar Dikawal Khusus Polisi

Selain Hendri, acara yang digelar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor ini juga dihadiri Komisaris PT Pupuk Indonesia Yanuar Rizky dan Wakil Direktur Pascasarjana UIKA, Dr Hendri Tanjung. 

Menurut Yanuar Rizky, hal terpenting dalam persaingan ekonomi dunia adalah daya saing yang akan menentukan majunya perekonomian nasional. Di antara cara menciptakan daya saing, lanjutnya, adalah dengan membangun industry 4.0 yang sudah berbasis pengembangan teknologi.  [USU]

RM Video