Kembali Mewabah

Antisipasi DBD Kurang Greget

Klik untuk perbesar
Foging (Foto : Istimewa).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Wabah demam berdarah dengue (DBD) sudah menjadi rutinitas. Khususnya saat cuaca lembab karena musim hujan. Kampanye pencegahan DBD juga sudah sering dilakukan. Tapi wabah DBD seperti susah diantipasi.

Di Jakarta sendiri, Dinas Kesehatan sampai menetapkan status waspada DBD. Kasus DBD bahkan dilaporkan terjadi di 34 provinsi se-Indonesia. Kementerian Kesehatan mencatat, sepanjang Januari 2019 sudah 133 orang meninggal karena DBD.

Berita Terkait : Orang Miskin Bernapas Lega

Dalam pemantauan Rakyat Merdeka, warga Jakarta juga merasa khawatir dengan wabah DBD. Bahkan ada juga yang kesal lantaran wabah ini selalu terjadi kalau musim penghujan. Menjaga kebersihan lingkungan agar nyamuk tidak mudah berkembang biak, juga gampang gampang susah.

Di Jakarta Selatan, seorang warga, Fauzi menuturkan, beberapa tahun lalu ada warga di lingkungannya yang kena DBD. Gara-gara itu, warga sudah diimbau agar menjaga kebersihan. Namun masalah nyamuk belum bisa dituntaskan. “Deket rumah kan masih ada lahan kosong, itu yang bikin waswas, lahannya sering dijadiin tempat buang sampah,” katanya.

Baca Juga : Wakil Ketua TKN, Abdul Kadir Karding: Kabar Maruf Amin Diganti Ahok Cuma Rumor Yang Susah Dilakukan Menurut UUD 1945

Warga lainnya, Yandi menyebutkan, sejak mulainya musim hujan warga di lingkungannya sudah khawatir dengan DBD. “Sudah lapor juga ke Pak RT, akhirnya pada urunan buat fogging, daripada nunggu ada yang kena duluan,” ucapnya. Tak hanya rumah, fogging dan pengasapan juga dilakukan di got.

Seorang warga Jakarta Timur, Kardi menceritakan, beberapa tahun lalu dirinya kena DBD sampai dirawat di rumah sakit. “Emang di sekitar rumah got pada kotor, dan gue juga suka begadang, pas badan lemes dan demam gue dibawa ke rumah sakit, di sana katanya gue kena DBD,” ujarnya.

Baca Juga : Hasto: Elektabilitas Turun, Kok Mau Umumkan Calon Menteri

Pengalaman buruk itu membuat dirinya rajin bersih-bersih. Bahkan selalu sedia anti nyamuk di rumah. Tapi masalah got yang kotor masih belum kelar. “Udah dibersihin warga, sampai dibersihin petugas, tetap aja kotor lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, sebagai warga yang baru beberapa tahun tinggal di Jakarta, Danang mengaku geregetan dengan warga yang membiarkan lingkungannya jadi sarang nyamuk. “Kalau mau sehat kita musti rajin bersih-bersih, sampe bersihin got dan saluran air, kalau got aja kotor terus penuh sampah, wajar aja nyamuk tiap hari makin banyak,” katanya.
 Selanjutnya 

RM Video