Kerja Sama Dengan Go Jek Diperpanjang

Pengiriman Obat Secara Gratis Di Banyuwangi Dipastikan Berlanjut

Klik untuk perbesar
Bupati Abdullah Azwar Anas (keempat dari kiri) bersama staf Kabupaten Banyuwangi. (Foto : dok PDIP)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Inovasi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas terkait pengantaran obat secara gratis dipastikan akan berlanjut. Pemkab Banyuwangi baru saja melanjutkan program itu, setelah dilakukan penandatanganan dengan perusahaan platform digital Go-jek.

“Kami beberapa hari lalu sudah tanda tangan untuk memperpanjang kolaborasi dengan l Go-Jek karena melihat manfaatnya yang besar bagi masyarakat,” ujar Bupati Abdullah Azwar Anas dalam keterangan tertulisnya di Banyuwangi, kemarin.

Program pengantaran obat yang masuk jajaran Top 99 inovasi publik terbaik di Indonesia itu diberi nama “Gancang Aron”, singkatan dari Gugus Antisipasi Cegah Antrean Panjang dengan Antar Obat ke Rumah Pasien.

Berita Terkait : Kemenhub Minta Semua Pihak Gerak Cepat Tanggapi Penataan Bandara Kertajati


Dalam bahasa lokal, “gancang aron” berarti “lekas sembuh”. Anas mengatakan, kolaborasi dengan Go-Jek mampu memperluas jangkauan layanan. Dalam kolaborasi ini, Go-Jek mengantarkan obat ke rumah pasien yang dirawat jalan di rumah sakit milik pemerintah daerah.

Pemkab Banyuwangi telah membangun pos khusus di rumah sakit sehingga seusai berobat ke dokter, warga hanya perlu ke pos tersebut, lalu diproses petugas dan pasien bisa langsung menunggu obat di rumahnya. “Jadi pasien dimudahkan. Daripada menunggu di rumah sakit, silakan langsung pulang dan istirahat. Obat diantar Go-Jek setelah diracik bagian farmasi,” kata politisi PDIP tersebut.

Mitra pengemudi Go-Jek, katanya, telah dilatih cara membawa obat sesuai kaidah kesehatan. Karenanya program itu bukan asal mengantar,. “Karena obat itu barang spesifik. Beda kalau kita pesan tahu lontong lewat Go-Food,” ujarnya.

Berita Terkait : Hore, Banyuwangi Bakalan Punya Pabrik Kereta

Dia menambahkan, karena manfaatnya terasa, layanan tersebut telah diadopsi oleh sejumlah rumah sakit di beberapa daerah di luar Banyuwangi.


Plt Direktur RSUD Blambangan dr Siti Asiyah menambahkan, sejak resmi diluncurkan di RSUD Blambangan Banyuwangi pada November 2017, pengantaran obat lewat program ini sudah dilakukan 4.444 kali. Dengan rincian, 2.897 kali untuk pasien penerima BPJS yang ditanggung negara dan 1.547 untuk pasien umum.

“Total penerima manfaat program ini hampir 1.000 pasien. Karena ada pasien yang dikirimi obat sampai dua atau tiga kali, total pengiriman yang sudah dilakukan 4.444 kali,” ujarnya.

Baca Juga : Dukung Program MPR, Mendagri Minta Ormas Perkuat Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Sementara itu, Vice President of Regional Public Policy PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Go-Jek) Damar Juniarto sangat mengapresiasi inovasi Pemkab Banyuwangi tersebut. Apalagi, ternyata program itu dirasakan manfaatnya oleh publik.

Menurut Damar, program itu adalah salah satu visi Gojek dalam kewirausahaan sosial. “Kami dari Gojek senang karena Banyuwangi telah mengajak Go-Jek untuk mengembangkan visi kewirausahaan sosial. Bahkan, kami berharap program ini bisa diduplikasi secara nasional,” kata Damar. [IPL]

RM Video