Pengurangan Sampah Plastik

Warganya Diajak Berubah, Pabriknya Diajak Berubah

Klik untuk perbesar
Warga melintas di dekat tumpukan sampah di Pasar Patangpuluhan, Yogyakarta, kemarin. Akibat ditutupnya TPS Piyungan sejak beberapa hari terakhir, sejumlah pasar di kawasan Yogyakarta mengalami penumpukan sampah. (Foto : ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/foc).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Indonesia masih kewalahan menangani sampah plastik. Penyebabnya antara lain, penggunaan kantong plastik yang masih masif, perilaku buang sampah sembarangan, hingga lemahnya penegakan aturan.

Beberapa warga Jakarta masih mengeluhkan sampah plastik, baik yang dibuang sembarangan maupun yang belum bisa dikurangi lewat peraturan yang ada. Seorang warga, Lilis mengaku geram dengan perilaku buang sampah sembarangan, bahkan di tempat umum.

“Pernah di bus ada ibu-ibu ngobrol mulu sepanjang perjalanan, pas turun ternyata ninggalin sampah berserakan, bisa kali tu dikumpulin dalam satu kantong plastik,” katanya. Mirisnya lagi, perilaku tersebut seakan lumrah dan dianggap biasa.

Berita Terkait : Kabut Asap Menebal, 5 Penerbangan di Bandara Palembang Ditunda

Warga lainnya, Didin menyebutkan, dari sekian banyak tulisan dilarang buang sampah sembarangan, sampai yang bernada makian dan ancaman, orang masih saja santai membuang sampah sembarangan.

“Harusnya ada penindakan tegas bagi yang buang sampah sembarangan, kan sudah banyak Perda terkait sampah dan ada dendanya, namun nggak dijalankan sama aparat,” ujarnya.


Ayu berpendapat, ajakan stop belanja menggunakan kantong plastik harus dilakukan secara serius. Kalau perlu ajak juga pabrik plastik untuk berubah. “Nggak mungkin kan menyuruh tutup pabriknya, tapi mungkin mengganti bahannya agar menjadi ramah lingkungan dan mudah terurai,” usulnya.

Berita Terkait : KLHK dan Gojek Kolaborasi Pengurangan Sampah Plastik

Warga berikutnya, Daniel mengusulkan agar yang sudah sadar bahaya sampah plastik segera beralih ke perilaku ramah lingkungan. “Mulai aja dari yang simpel, seperti gak pake sedotan plastik, gak pake kantong plastik waktu belanja, bawa tumbler sendiri pas beli makanan,” katanya.

Terkait hal ini, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta melakukan uji publik soal aturan yang akan mewajibkan warga di DKI Jakarta menggunakan kantong belanja ramah lingkungan. Langkah ini merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah pusat dalam mengurangi sampah plastik.

“Kami ingin mendukung program pemerintah pusat dalam mengurangi sampah plastik dengan menyusun aturan agar warga menggunakan kantong belanja ramah lingkungan,.” kata Kepala Seksi Pengolahan Sampah Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Rahmawati.

Berita Terkait : Pemprov DKI Pastikan Kesiapan Pengoperasian Bus Listrik

Dia menerangkan, kantong belanja ramah lingkungan terbuat dari kain, singkong, rumput laut, atau bahan lain yang dapat didaur ulang. Kantong belanja ramah lingkungan juga dapat terdegradasi dengan sendirinya di tanah. Kantong belanja tersebut dapat digunakan untuk membungkus makanan, buah-buahan, daging dan aneka jenis makanan lainnya. Tanpa dampak negatif terhadap kesehatan manusia.

Untuk melaksanakan aturan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta meminta pengelola tempat usaha seperti mal, swalayan dan pasar tradisional membantu pemerintah. Dengan mensosialisasikan dan edukasi kepada masyarakat. Agar membawa kantong belanja sendiri atau menggunakan kantong belanja ramah lingkungan tersebut. [OSP]