Gara-gara Kebawa Arus Banjir

Sampah Di Saluran Air Buruan Diangkat Tuh...

Arus air dari Bendung Katulampa juga membawa sampah di Kali Ciliwung Jakarta Selatan. (Foto : Istimewa).
Klik untuk perbesar
Arus air dari Bendung Katulampa juga membawa sampah di Kali Ciliwung Jakarta Selatan. (Foto : Istimewa).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Di tengah banjir yang melanda Jakarta beberapa hari belakangan, sampah menjadi masalah yang harus segera diatasi. Lantaran terbawa banjir, sampah memenuhi kali dan saluran air, bahkan juga sampai di pemukiman warga yang terkena banjir.

Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah rutin mengangkat sampah yang hanyut di kali. Tapi saat banjir, pekerjaan petugas semakin berat karena volume sampah yang harus diangkat juga naik drastis.

Misalnya di pintu air Manggarai yang menjadi tempat pengaturan aliran Kali Ciliwung. Beberapa hari lalu air nyaris meluap hingga ke Jalan Tambak dengan membawa tumpukan sampah. Isinya bermacam-macam, mulai dari bambu, kayu, kantong plastik, rongsokan perabot rumah tangga, bahkan kasur busa.

Berita Terkait : Jakarta Diminta Nyontek Singapura dan Tokyo

Dua excavator sibuk yang jangkauan lumayan panjang sibuk mengangkat sampah. Alat tersebut memang disiagakan disana. Menurut Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, ada dua tipe ekskavator yang digunakan untuk mengangkat sampah dari kali dan sungai, yakni tipe spider dan amphibi. Tiap tipe juga ada variasi ukuran, mulai dari sedang hingga besar.

Jika volume besar dan kondisi mendesak, sampah yang dikeruk ekskavator lansung dimasukkan ke bak truk untuk dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA). Jika sampah tidak terlalu banyak, petugas juga dikerahkan untuk mengangkat sampah. Bahkan memotong kayu besar atau bambu yang ikut terbawa banjir.

Di besi pintu air sendiri sampah juga banyak tersangkut dan harus diangkat manual. Petugas turun tangan kesana dengan bermodalkan rompi pelampung. Di hari-hari biasa kadang ada pemulung, tapi yang diangkutnya hanya barang yang laku dijual, misalnya botol plastik dan barang yang ada besi atau logamnya.

Berita Terkait : Jakarta Banjir Lagi, Pertamina Tanggap Salurkan Bantuan

Pada Sabtu (27/4) , lalu lintas di sekitar pintu air Manggarai macet parah. Penyebabnya, truk-truk pengangkut sampah keluar masuk. Jalan memang sempit, sementara pengguna jalannya selalu ramai. Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menyebutkan, sampah yang diangkut truk mencapai 43 rit.

Seorang warga, Rusdi mengaku terjebak macet di Jalan Sultan Agung menuju stasiun Manggarai. “Sudah naik ojek padahal, macetnya sampai sejam lebih, mana hujan,” keluhnya.

Warga lainnya, Candra yang juga terjebak macet mengaku kaget dengan tumpukan sampah di pintu air Manggarai. “Ternyata yang bikin macet itu truk ngangkut sampahnya, sampah bisa segunung kalau dibiarkan numpuk disana,” katanya.

Berita Terkait : Pegadaian Bantu Korban Banjir Di Jakarta

Pada Minggu (28/4) sebagian besar sampah di pintu air Manggarai sudah diangkut. Ketinggian air juga sudah kembali ke Siaga 4. Artinya Jakarta sudah mulai aman dari banjir. Kondisi ini masih bisa berubah lantaran di Depok dan Bogor.

Sementara Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, sampah yang menumpuk di pintu air Manggarai masih dibersihkan oleh para petugas dari Dinas Lingkungan Hidup secara nonstop. “Sampah di Manggarai itu menampung sampah yang luar biasa banyaknya, kalau dilihat sekarang di Manggarai itu bukan sampah dari warga kita,” katanya.

Dia menambahkan, sampah yang masuk dari aliran Sungai Ciliwung tersebut sedang dibersihkan dan belum tahu volumenya. Para petugas sudah bekerja sejak Kamis malam danakan terus disiagakan untuk memantau perkembangan di lapangan. [OSP]