Kumpulkan Para Stakeholder Di Kupang

Angkasa Pura I Genjot Sektor Pariwisata Di NTT

Klik untuk perbesar
Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi (ketiga kanan), Direktur Pemasaran dan Pelayanan Devy Suradji (kiri) bersama sejumlah narasumber berpose usai diskusi bertema Explore The Amazing Destination At East Nusa Tenggara di Kupang, NTT, kemarin. (Fazry/Rakyat Merdeka)

RMco.id  Rakyat Merdeka - PT Angkasa Pura (AP) I mendukung pengembangan potensi pariwisata di Nusa Tenggara Timur (NTT). Perusahaan pelat merah ini berharap, kawasan wisata di wilayah timur itu menjadi motor pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Untuk itulah, di bawah Kepemimpinan Direktur Utama Faik Fahmi, AP I kembali menginisiasi kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Collaborative Destination Development (CDD). Acara yang mengambil tema Explore The Amazing Destination At East Nusa Tenggara itu, digelar di Hotel Aston Kupang, kemarin.

Sekitar 300 orang stakeholder hadir dan terlihat serius mengikuti acara. Acara berlangsung sangat cair, dipandu oleh wartawan senior Andy F Noya. Turut hadir dan menjadi narasumber kegiatan ini Direktur Utama AP I Faik Fahmi, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Direktur Pemasaran dan Pelayanan AP I Devy Suradji, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi & Industri Pariwisata Dadang Rizki Ratman, Travel Blogger Marischka Prudence, CEO Office Strategic Development Tokopedia Doni Nathaniel Pramana, dan CO-Founder Du’anyam Hanna Keraf.

Berita Terkait : Dirut AP I Faik Fahmi Optimis Pendapatan 2019 Lewati Rp 10 T

Faik Fahmi mengatakan, CDD merupakan forum kolaborasi berbagai pemangku kepentingan industri pariwisata di daerah. Program ini sebagai langkah nyata perseroan dalam mendukung kegiatan di sektor pariwisata.

Menurut catatannya, trafik dari dan menuju Bandara El Tari Kupang saat ini sudah menembus angka 2,1 juta penumpang per tahun. Secara umum, pergerakan trafik penumpang 14 bandara yang berada di NTT sepanjang 2015-2017 cukup signifikan dengan CAGR (Compound Annual Growth Rate) 13 persen.

“Jika melihat perkembangan trafik bandara-bandara seperti Bandara Komodo Labuan Bajo dengan CAGR 25 persen, serta Bandara Ende, Bandara Tambolaka, dan Bandara Alor yang CAGR-nya di atas 12 persen, menjadi indikator bahwa destinasi wisata itu turut meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung,” jelas Faik.

Berita Terkait : Angkasa Pura II Terbitkan Surat Utang Rp 750 Miliar

Menurutnya, Pulau Komodo di Labuan Bajo masih menjadi tujuan utama bagi wisatawan mancanegara. Diharapkan, tren ini dapat memberikan dampak tidak langsung bagi ekonomi Kupang.

Untuk mendukung target wisatawan serta peningkatan trafik pesawat dari dan munuju Kupang melalui Bandara El-Tari, AP I memberikan insentif full berupa bebas biaya landing fee kepada maskapai yang membuka rute baru selama 6 bulan. Selain itu, mereka juga bebas biaya promosi di bandara selama 1 bulan.

“AP I berkomitmen memberikan perhatian khusus pada pengembangan daerah ini. Kami berharap, upaya yang kami lakukan ini dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata di NTT,” tambah Faik. Dia bilang, AP I akan meningkatkan kapasitas bandara El Tari Kupang dan melakukan revitalisasi. “Bandaranya nanti jadi lebih besar dan cantik,” janji Faik.
 Selanjutnya 

RM Video