Cadangan Devisa Mei Turun, Ini Kata BI

Klik untuk perbesar
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Onny Widjanarko. (Foto: Infopublik)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Bank Indonesia mencatat cadangan devisa alias cadev pada akhir Mei 2019 sebesar 120,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 1.716 triliun (kurs Rp 14.271). Jumlah ini turun dibanding April 124,3 miliar dolar AS atau Rp 1.773 triliun.

“Tetap cukup tinggi, meskipun lebih rendah dibandingkan dengan posisi akhir April 2019,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Onny Widjanarko di Jakarta, Kamis (13/6).

Berita Terkait : Indonesia Imbang 1-1 Lawan Iran, Inilah 28 Pemain Timnas U-23

Menurut dia, posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,9 bulan impor atau 6,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” tambah Onny.

Baca Juga : Mendagri dan Mendes Bahas Optimalisasi Dana Desa

Ia menjelaskan, penurunan cadangan devisa pada Mei 2019, terutama dipengaruhi oleh kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah, dan berkurangnya penempatan valuta asing perbankan di Bank Indonesia. Hal ini adalah wujud antisipasi kebutuhan likuiditas valas, terkait siklus pembayaran dividen beberapa perusahaan asing dan menjelang libur panjang Lebaran.

“Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai, dengan didukung stabilitas dan prospek ekonomi yang tetap baik,” tukasnya. [DIT]