Yuk, Intip Ketentuan DP Kendaraan Bermotor 0%

Klik untuk perbesar
Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot. (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Belum lama ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan ketentuan DP pembiayaan kendaraan bermotor nol persen. Aturan tersebut diatur dalam POJK No. 35/POJK.05/2018, dengan ketentuan dan syarat berlaku. Seperti apa aturannya?

Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot menyebutkan sejumlah ketentuan dalam aturan tersebut. Pertama, DP nol persen hanya diberlakukan bagi perusahaan dengan rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/ NPF) net lebih rendah atau sama dengan 1 persen.

Baca Juga : Pidato Jokowi Di Visi Indonesia, Yunarto: Lebih Berani


Kedua, perusahaan dengan NPF net berkisar 1 hingga 3 persen, wajib menerapkan uang muka untuk motor dan mobil sebesar 10 persen. Ketiga, perusahaan dengan NPF net antara 3-5 persen, wajib menerapkan uang muka untuk seluruh jenis kendaraan bermotor sebesar 15 persen.

Keempat, untuk NPF net 5 persen, wajib memenuhi ketentuan DP kendaraan bermotor roda 2, 3, 4 atau lebih untuk pembiayaan investasi paling rendah 15 persen. Sedangkan kendaraan bermotor roda empat atau lebih, untuk pembiayaan multiguna paling rendah 20 persen.

Baca Juga : Kapal Tabrak Crane Pelabuhan Tanjung Emas, Kerugian Ditaksir Capai Rp 60 M

Kelima, untuk NPF net di atas 5 persen, wajib memenuhi ketentuan DP kendaraan bermotor roda 2, 3, 4 atau lebih untuk pembiayaan investasi paling rendah 20%. Kendaraan bermotor roda empat atau lebih, untuk pembiayaan multiguna paling rendah 25 persen.


Ketentuan bagi perusahaan pembiayaan ini tercantum dalam POJK No. 35/POJK.05/2018 diterbitkan 27-12-2018. Selengkapnya kunjungi ojk.go.id.

Baca Juga : Peradaban Sudah Maju, Menhan Ingatkan Kamboja Tak Gunakan Kekerasan untuk Selesaikan Masalah

"Jadi, meskipun diperbolehkan, hanya perusahaan pembiayaan yang memiliki risiko kredit (NPF) rendah saja, yang boleh memberikan kredit nol persen untuk pembelian kendaraan bermotor," jelas Sekar Putih. [HES]

RM Video