BRI Salurkan KUR Peternakan Rakyat

Impor Daging & Sapi Semoga Bisa Ditekan

Klik untuk perbesar
BRI Menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Peternakan Rakyat. (Foto : Doc.Bank BRI).

RMco.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) ditunjuk pemerintah untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Khusus Peternakan Rakyat. Diharapkan peternakan rakyat bisa bangkit. Impor sapi dan daging pun bisa ditekan.

Peluncuran KUR Khusus Peternakan Rakyat ini dilakukan di Lapangan Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Sabtu (9/2). Hadir dalam acara ini Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Direktur Mikro dan Kecil BRI Priyastomo.

Menko Perkonomian Darmin mengatakan, KUR Khusus Peternakan Rakyat merupakan perluasan jenis KUR dan bertujuan untuk menggerakkan sektor ekonomi tradisional di pedesaan dan dikelola rakyat. Program ini adalah satu wujud keberpihakan Pemerintah terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Kenapa kita perlu menyalurkan KUR secara besar-besaran, karena kita sangat perlu mengembangkan peternakan. Sementara rakyat juga sangat akrab dengan peternakan,” kata Darmin.

Selain itu, kata dia, dengan adanya KUR Khusus Peternakan Rakyat, pemerintah bermaksud memangkas impor sapi. Baik itu berupa daging maupun sapi hidup.

“Daging kerbau saja impornya bisa 100 ribu ton dalam setahun. Kalau sapi hidup kira-kira impornya 250 ribu ekor setahun. Kita juga mengimpor sapi bakalan ratusan ribu ekor untuk digemukkan. Jadi kita memang perlu KUR Peternakan,” ujar Darmin.

Dalam acara yang difasilitasi BRI itu, diselenggarakan juga video conference antara Darmin dengan 1.000 peternak di lima wilayah berbeda. Yakni Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Garut, Kabupaten Magelang, Kabupaten Sinjai, dan Kabupaten Sumba Timur. “Ajak teman-temannya untuk mengakses KUR Khusus Peternakan ini ya. Agar kita bisa hapuskan impor sapi dan sejahtera bersama,” tegas Darmin.

Dalam kesempatan itu, Darmin juga menyerahkan secara simbolis KUR Khusus Peternakan Rakyat kepada enam peternak senilai total Rp 631 juta. Selain itu, pemberian bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa 5 instalasi biogas dan 4 mesin pencacah pakan ternak kepada para kelompok peternak.

Direktur Mikro dan Kecil BRI Priyastomo mengatakan, BRI telah menyalurkan KUR Peternakan sebesar Rp 4,2 triliun kepada lebih dari 190 ribu peternak. Dengan penyebaran penyaluran KUR Peternakan terbesar di Provinsi Jawa Tengah (24 persen), Jawa Timur (22 persen), Sulawesi Selatan (16 persen) dan Lampung (10 persen).

“Semuanya merupakan wilayah-wilayah potensial peternakan,“ ucap Priyastomo. Menurut dia, KUR Khusus Peternakan Rakyat diluncurkan dalam rangka mendukung KUR sektor produksi. Tak hanya itu, KUR ini merupakan salah satu bentuk dukungan pembiayaan kepada peternak untuk mengembangkan usahanya dengan pola khusus.

Skema ini, kata dia, berupa pemberian KUR kepada peternak yang mengelola usahanya secara bersama dalam kelompok atau klaster, dengan memiliki mitra sebagai off-taker (penjamin pasar). Sehingga, peternak akan memiliki kepastian akses pemasaran.

“Kami berupaya menyukseskan program KUR, termasuk KUR Khusus Peternakan Rakyat sebagai bentuk komitmen BRI mendukung program Pemerintah. Tujuannya untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan dengan langsung menyentuh grassroot,” tutur Priyastomo.

Sepanjang 2018, BRI telah menyalurkan KUR dengan total mencapai Rp 80,2 triliun kepada lebih dari 3,9 Juta debitur di seluruh Indonesia. Apabila di total, sejak 2015 hingga 2018 jumlah KUR yang telah disalurkan BRI mencapai Rp 235,4 triliun kepada lebih dari 12,6 juta pelaku UMKM.

Dengan diluncurkannya KUR Khusus Peternakan Rakyat, diharapkan dapat membuka peluang bagi para peternak untuk mengakses permodalan dalam rangka mengembangkan usahanya, yang akan mendukung terwujudnya ketahanan dan kedaulatan pangan nasional. Tak hanya itu, dalam jangka panjang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan para peternak. [MEN]

RM Video