Laba Melonjak Terus & Dapat Suntikan Modal

Bank Mantap Pede Naik Kelas Ke BUKU III

Klik untuk perbesar
Direktur Utama Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) Josephus Koernianto Triprakoso (tengah) bersama Direktur Treasury dan International Banking Bank Mandiri Darmawan Junaidi (kedua kanan), Direktur SDM dan Teknologi Informasi Taspen Mohammad Jufri (kedua kiri), Direktur Bank Mantap Iwan Soeroto (kiri), dan SEVP Finance, Retail & Digital Banking Bank Mantap FajarAri Setiawan, menekan tombol peluncuran layanan digital Mantap Mobile di Jakarta, kemarin.

RMco.id  Rakyat Merdeka - Dua tahun lagi Bank Mandiri Taspen (Mantap) optimis bisa naik kelas menjadi Bank Umum Kategori Usaha (BUKU) III. Sebab, laba perseroan yang terus tumbuh dan adanya suntikan modal.

Direktur Utama Bank Mantap Josephus K Triprakoso memprediksi tahun depan pihaknya dapat dana segar hingga Rp 500 miliar. Perseroan yakin betul pemegang saham bakal terus menyuntikkan modal untuk menjaga posisi rasio kecukupan modal dana menggenjot bisnisnya.

“Sesuai core plan kami, mungkin 2021 kami naik ke BUKU III. Itu tumbuhnya lewat organik, yakni lewat laba dan suntikan modal. Jadi Bank Mantap setiap periode membutuhkan suntikan modal karena kaitannya kita ingin jaga CAR (Capital Adequacy Ratio) dan segala macam. Kami rencananya dapat suntikan modal lagi tahun depan,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Berita Terkait : Bank Mandiri Terbitkan MTN Valas Rp 10,6 T


Untuk diketahui, tahun lalu Bank Mantap mendapat penambahan modal Rp 500 miliar. Bank Mandiri Rp 255 miliar dan Taspen 242 miliar. Dengan begitu, komposisi kepemilikan di Bank Mantap berubah. 51,07 persen untuk Bank Mandiri, dan 48,41 persen untuk Taspen.

Aksi korporasi ini membuat rasio kecukupan modal (CAR) meningkat. Sedangkan suntikan modal tahun depan, Josephus menyebut akan menyesuaikan dengan porsi saham masing-masing.

Sedangkan syarat Bank Mantap untuk bisa naik kelas ke BUKU III harus memiliki modal inti Rp 5-30 triliun. Selain mengharapkan penguatan modal lewat injeksi dari pemegang saham, Josephus juga terus mendorong pertumbuhan bisnis.

Berita Terkait : Bank Mandiri Kerek Transaksi E-Money

Dengan begitu, kenaikan laba bersih bisa menopang modal inti. Apalagi, tahun ini Bank Mantap menargetkan laba tumbuh 30 persen dari tahun 2018 menjadi Rp 400 miliar.


Lebih Agresif

Meski baru lewat dua bulan di 2019, Bank Mantap cukup agresif membidik pertumbuhan penyaluran kredit. Penyaluran kredit per Februari 2019 berkisar Rp 16,33 triliun. Realisasi itu naik 42,1 persen secara tahunan dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018.

Berita Terkait : Bank Mantap Pede, Bisnisnya Moncer

Saat ini Bank Mantap mempunyai jaringan kantor sebanyak 274 jaringan yang tersebar di 34 provinsi. “Khusus untuk penyaluran kredit pensiunan sebesar Rp 14,86 triliun dengan persentase tumbuh 54,7 persen,” ungkap Josephus.

Adapun untuk dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun perseroan mencapai Rp 15,18 triliun, atau tumbuh 38,9 persen dari tahun ke tahun (year on year/yoy). Di sisi lain, Bank Mantap juga memperkuat struktur pendanaan dengan penghimpunan dana dari pasar modal yakni lewat emisi sertifikat deposito (negotiable certificate deposit) senilai Rp 1 triliun.


Josephus menyebut, untuk pembentukan aset hingga akhir bulan Februari 2019 mencapai Rp 20,86 triliun, atau tumbuh sekitar 38,3 persen. Sedangkan laba bersih yang dihasilkan sebesar Rp 64,2 miliar, atau naik 28,4 persen dari periode tahun sebelumnya. [MEN]

RM Video