Kinerja Perseroan Selalu Cemerlang

Sustainability Bond BRI Diburu Investor Global

Klik untuk perbesar
Karyawan Bank BRI. (Foto: Ist)

RMco.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menerbitkan Global Sustainability Bond pertama di Indonesia sebesar 500 juta dolar AS atau sekitar Rp 7 triliun. Obligasi ini memiliki tenor 5 tahun dengan coupon rate sebesar 3,95 persen dibayar semi annually.

Corporate Secretary Bank BRI Bambang Tribaroto mengatakan, penerbitan obligasi dengan skema berwawasan lingkungan (green) dan sosial ini merupakan penerbitan yang memenuhi standard Sustainability Bond ASEAN. Penerbitan ini merupakan bentuk komitmen BRI sebagai first mover dalam mengimplementasikan praktik keuangan berkelanjutan di Indonesia yang diprakarsai Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Penerbitan obligasi ini merupakan Sustainability Bond pertama dari perusahaan BUMN maupun dari lembaga keuangan di Indonesia,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, penawaran Sustainability Bond Bank BRI ini berhasil menarik minat investor secara signifikan. Ditunjukan dari jumlah permintaan obligasi yang jauh lebih besar dibandingkan jumlah yang ditawarkan. Minat beli investor terhadap obligasi ini mencapai lebih dari 4,1 miliar dolar AS dibandingkan dengan nilai total obligasi yang ditawarkan sebesar 500 juta dolar AS.

Baca Juga : Mumpung Messi Cs Lagi On Fire


“Tingkat over subscription mencapai lebih dari 8x,” katanya.

BRI dengan kinerja keuangannya yang cemerlang selama lebih dari satu dekade berhasil memperoleh kepercayaan investor pasar modal baik nasional maupun internasional. Hal ini terbukti dari rendahnya spread terhadap US Treasury yang dikenakan pada global bond yang diterbitkan perseroan.

Menurutnya, global bond BRI yang terbit 2018 mendapatkan spread sebesar 195 bps, atau sebesar 60 bps atas global bond yang diterbitkan pemerintah Indonesia. Yang terakhir, Sustainable Bond BRI mendapatkan spread yang juga sangat baik atas US Treasury, yaitu sebesar 168 atau 35 bps atas global bond yang diterbitkan pemerintah Indonesia.

“Hebatnya, spread yang diperoleh BRI ini merupakan yang paling baik di antara perusahaan-perusahaan publik di Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga : AP I Siap Gelar Simulasi Operasional Bandara Internasional Yogyakarta

Bambang menambahkan, rendahnya spread tersebut sekaligus mencerminkan rendahnya risiko gagal bayar. Ini terlihat dari rating yang diberikan oleh lembaga pemeringkat Internasional, Fitch Rating memberi peringkat espektasi BBB- dan Moody’s mengganjar dengan rating Baa2.


Menurut Bambang, penerbitan Sustainability Bond ini merupakan salah satu alternatif sumber pendanaan BRI untuk segmen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Sehingga hal ini akan memperkuat bisnis BRI di segmen UMKM yang hingga Desember 2018 penyaluran kredit di segmen ini telah mencapai 76,5 persen dari total kredit BRI.

“Keberhasilan penerbitan Sustainability Bond ini menunjukkan kepercayaan Investor global terhadap komitmen praktik keuangan berkelanjutan yang dilakukan BRI,” pungkas Bambang.

Untuk diketahui, Bank BRI menargetkan dapat mencetak pertumbuhan laba bersih dobel digit sepanjang 2019. Direktur Utama BRI Suprajarto mengatakan target laba bank dengan sandi saham BBRI ini tumbuh 10-12 persen tahun ini. "Kalau sekarang (2018) laba sebesar Rp 32,4 triliun barang kali kalau tumbuh 10 persen, laba kita akan menjadi kurang lebih Rp 36 triliun-Rp 37 triliun. Tapi kita lebih ke prosentasenya," ujar Suprajarto.

Baca Juga : TKN Siap Bikin Syukuran Kemenangan Melawan Hoaks

Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo berharap, BRI mampu mendiversifikasikan pendapatan. Ia ingin pendapatan berbasis komisi (fee based income) lebih tinggi dibandingkan pendapatan bunga (net interest). Sepanjang 2018, laba bersih bank BRI secara konsolidasi sebesar Rp 32,4 triliun.

Laba ini naik 11,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp 29,04 triliun. Laba ini didorong oleh pertumbuhan fee based income dan pendapatan operasional lainnya yang naik 22,7 persen menjadi Rp 23,4 triliun. Posisi yang sama tahun lalu Rp 19,1 triliun. [IMA]

RM Video