RMco.id  Rakyat Merdeka - Tak banyak yang tahu, meski saat ini tengah mengandung calon anak kedua, Sandra Dewi ternyata mengaku kehamilan ini merupakan yang ketiga. Dalam perilisan buku tentang parenting dan kehamilan, bintang film Quickie Express itu mengaku sempat mengalami kehamilan dengan janin yang tak berkembang. Itu merupakan kehamilan pertama sebelum melahirkan Raphael Moeis.

"Saat itu pasti sedih, dan merasa gimana yah. Mana aku nikah juga udah usia udah kepala tiga. Terus pas hamil, eh janin nggak berkembang," kata Sandra mengawali kisahnya.

Berita Terkait : Sandra Dewi, Pernah Pacaran Beda Keyakinan

"Wah pokoknya sudah sedih banget deh. Tapi, ya sudah memang harus terjadi. Nah kan berapa bulan setelah kejadian itu nggak boleh hamil dulu. Puji syukur, akhirnya bisa melewati itu dan hamil Raphael, sekarang nunggu adiknya Raphael," sambungnya, sumringah.

Lantas apa itu janin tidak berkembang? Di dalam pemahaman masyarakat umum, istilah janin tidak berkembang mengarah kepada kehamilan kosong. Dalam dunia medis, kondisi yang dimaksud janin tidak berkembang ini disebut dengan blighted ovum. Kondisi ini terjadi apalagi sel telur di dalam rahim sudah dibuahi, tapi dia tidak berkembang ke tahap selanjutnya menjadi embrio atau calon janin.

Berita Terkait : Sandra Dewi Pernah Galau Pacaran Beda Keyakinan

Di kehamilan anak keduanya ini, Sandra mengaku sangat berbeda dari kehamilan anak pertamanya. "Kalo Rafa kan pengen pergi terus kalo nggak kerja saya ke mall dari pagi sampe jam 10 mall tutup," ungkap Sandra.

"Kalau hamil yang ini saya males, kalau saya nggak kerja saya dari pagi cuma bengong liatin Rafa sampe tengah malem di rumah," lanjutnya istri Harvey Moeis itu. [MER]