Digelar di Jimbaran, Balinale 2019 Tayangkan 27 Film Indonesia

Djenar Maesa Ayu (kiri) bersama Founder & Executive Director Of Balinale, Deborah Gabinetti, dan Founder of Global Film Solution Indonesia, Julian Grimmond (baju hitam), di Cinemaxx, Plaza Semanggi, Jakarta Selatan, Kamis (12/9). (Foto: Merry Apriyani/RM)
Klik untuk perbesar
Djenar Maesa Ayu (kiri) bersama Founder & Executive Director Of Balinale, Deborah Gabinetti, dan Founder of Global Film Solution Indonesia, Julian Grimmond (baju hitam), di Cinemaxx, Plaza Semanggi, Jakarta Selatan, Kamis (12/9). (Foto: Merry Apriyani/RM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Bali Internasional Film Festival (Balinale), ajang tahunan bagi insan film lokal dan internasional, segera diselenggarakan. Bertempat di Cinemaxx Sidewalk Jimbaran, Bali, hajatan pemutaran film berkualitas di dunia itu akan dilangsungkan pada 24-29 September 2019.

Memasuki tahun ke-13 penyelenggaraannya, kali ini bakal ada 92 film yang naik layar dari 28 negara. Dan terdapat di antaranya, 27 film berasal dari Indonesia.

Berita Terkait : Ranking FIFA Februari 2020: Indonesia Dibayangi Malaysia

"Sebagai salah satu festival film tertua di Indonesia, ini merupakan festival film yagg menayangkan film lewat penilaian. Jadi, pasti sudah dipilih dengan banyak kategori," kata Founder & Executive Director of Balinale, Deborah Gabinetti.

Misalnya saja, deretan judul film Indonesia yang bakal tayang di Balinale adalah film yang belum dan sudah tayang di jaringan bioskop. Seperti “Perburuan” dan “Bumi Manusia”, dua judul film yang eksis di bioskop. "Saya rasa Balinale ini bukan cuma sekadar festival. Tapi, ini sudah melekat seperti budaya yang kami gelar setiap tahunnya di Pulau Dewata," tambah dia.

Baca Juga : Legislator Championship 2020, Bamsoet Uji Kaca dan Pintu Mobil Anti-Peluru

Djenar Maesa Ayu, penulis sekaligus sutradara film, senang filmnya yang berjudul “If This Is My Story” tayang perdana di Balinale 2019. Film yang diperanka Cornelio Sunny, Sha Ine Febriyanti, dan Reza Rahardian itu merupakan karya Djenar yang bakal tayang di bioskop, Oktober nanti.

"Film ini belum masuk bioskop. Mudah-mudahan, tiga bintang film itu datang ke Bali saat pemutaran nanti. Saya bukan sengaja buat film untuk difestivalkan, mungkin memang momennya pas. Pas karena saya mau buat film, dan pas Balinale bakal diselenggarakan. Jadi, saya memang memilih ditayangkan dulu di Balinale, menyusul di bioskop," kata penulis buku “Mereka Bilang Saya Monyet” itu.

Baca Juga : Ketum PSSI Cek Kelayakan Stadion GBK untuk Piala Dunia U-20

Di Balinale nanti, selain pemutaran film, akan ada workshop, temu muka dengan sosok penting di industri film internasional, serta kehadiran para sineas Indonesia terkemuka seperti produser, sutradara, dan insan perfilman lainnya. Hadir pula kurator film dari Festival Film Berlinale di Jerman, Maryanne Redpath. 

"Diharapkan model diskusi terbuka ini membuka kesempatan dan sekaligus mencari solusi bersama serta tantangan dalam perkembangan industri perfilman. Talenta sineas Indonesia sangat luas dan berkelas dunia. Kami bangga dapat mengadakan sebuah forum bagi sineas untuk berbagai pengetahuan dan inspirasi," ungkap Founder of Global Film Solution Indonesia, Julian Grimmond. [MER]