Manjakan Pencinta Film Negeri Sakura, JFF 2019 Hadir di Surabaya

Klik untuk perbesar
Suasana konferensi pers pelaksanaan Japan Film Festival 2019 yang diadakan di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Selasa (5/11) (Foto: Diananda Rahmasari/Rakyat Merdeka)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Bagi pecinta karya sineas Negeri Sakura, bersiap-siap untuk menikmati Japanese Film Festival (JFF) 2019.

Di tahun keempat penyelenggaraannya, JFF akan menambah satu kota untuk dijadikan lokasi pemutaran film pilihan.

Director General The Japan Foundation Tsukamoto Norihisa mengatakan JFF 2019 juga akan menyapa pecinta film di Surabaya.

Berita Terkait : Jaksa China Cari Ilmu Ke Negeri Kita

"Karena pada tahun lalu animo penonton cukup besar. Kita tambah satu lokasi lagi," terang Norihisa dalam konferensi pers pelaksanaan JFF 2019 di CGV Grand Indonesia, Selasa siang (5/11).

Selain Surabaya, JFF 2019 juga diadakan di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Makassar. Pemutaran akan dilakukan di CGV Grand Indonesia (Jakarta), Jogja-NETPAC Asian Film Festival (Yogyakarta), CGV Panakkukang Square (Makassar), CGV Marvell City (Surabaya), dan CGV Paris van Java (Bandung).

Rencananya akan ada 14 film yang diputar selama pelaksanaan JFF 2019. Sebanyak 13 film berasal dari Jepang, sementara satu film Humba Dreams merupakan karya sutradara Indonesia Riri Riza. Dan Sinema Angel Sign akan menjadi pembuka festival di Jakarta pada Kamis (7/11).

Baca Juga : Sukmawati Offside...

Bagi penikmat film, bisa menonton dengan mendapatkan tiket secara online lewat situs resmi dan aplikasi pembelian tiket CGV.

Untuk penonton di Jakarta, Surabaya dan Bandung tiket dibanderol seharga Rp 20 ribu. Sementara Makassar hanya dibanderol Rp 15 ribu. Khusus penayangan di Yogyakarta, terang Norihisa, harga tiket disesuaikan dengan kebijakan Jogja-NETPAC Asian Film Festival yang menjadi mitra penyelenggara.

"Kami berharap JFF 2019 dapat berjalan lancar dan disambut dengan lebih antusias dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sehingga peluang kerja sama produksi film antara Jepang dan Indonesia dapat terbuka lebar," pungkasnya. [DAY]