RMco.id  Rakyat Merdeka - Sukses bermusik, Ardhito Pramono memulai menjajal layar lebar. Di sini, ia berperan sebagai Kale, seorang manajer band yang merupakan sahabat dekat Awan yang diperankan Rachel Amanda. Ikut main film pertama kali, apa sih yang melatarbelakangi Dhito?

"Gue melihat skripnya suka. Karena disini gue diceritakan seseorang yang bukan gue banget. Gue bisa bilang jatuh cinta sama film ini, film ini kita semua. Gue lihat kehidupannya Aurora sebagai gue anak tengah yang nggak pernah dianggap sesuatu dan akhirnya ya kita juga manusia. Awan yang anak bontot, Angkasa yang sangat berjuang untuk keluarganya," kata Ardhito saat dijumpai dalam peluncuran teaser film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini. 

Baca Juga : Merawat Emosi Umat (2)

"Terus jadi manager band di film, unik banget. Biasanya di depan panggung, sekarang gue di belakang panggung. Belajar pola pikirnya manager band yang enggak bisa seliar musisinya dan kita harus nengahin juga susah iya tapi enjoy," imbuhnya. 

Sebagai pendatang baru, sang musisi mengakui bahwa ia juga sempat tegang. Khawatir hingga tak percaya diri beradu acting dengan para seniornya. 

Baca Juga : Banjir Landa Masamba, Pertamina Peduli Salurkan Bantuan Bagi Warga

"Paling susah itu adalah adjusting di hari pertama pasti banyak banget salah, miss ternyata wajar. Bukan karena kitanya juga ya. Tegang kadang kita suka juga skrip salah," bilangnya. 

"Tapi pas lihat hasilnya, parah bagus banget sinematiknya gokil sih. Di situ gue langsung pede. Mengingatkan tentang Indonesia, Jakarta banget. Dan pengambilan lokasinya unik, lokasi yang nggak pernah dikunjungi sebelumnya."

Baca Juga : Hambatan Belajar Daring Wajib Ada Solusinya

Untuk pendalaman karakter sendiri, pelantun 'Bitterlove' ini banyak bertanya dari persepsi sang manajer. "Gue banyak ngobrol sama manager gue gimana sih jadi seorang manager juga sebagai pendiri movement buat event juga, karena setiap hari lo pasti balesin whatsapp, gimana lo bisa deal sama kehidupan pribadi lo."

"Dari situ gue menemukan ternyata manager band itu ibaratnya manager sama artisnya adalah satu yang nggak bisa lepas. Ibaratnya lo cari manager kayak lagi nyari naga buat lo tunggangi, cocok-cocokan dan gue belajar ketangguhan seorang maneger sih dari soal percintaan, artisnya yang besar," tandasnya. [TAR]