Leonardo DiCaprio Dituduh Bakar Hutan Amazon

Klik untuk perbesar
Leonardo DiCaprio (Foto: Getty Images)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Presiden Brazil Jair Bolsonaro melempar tuduhan bahwa aktor Hollywood, Leonardo DiCaprio, sebagai tokoh di balik pembakaran hutan Amazon.

DiCaprio disebut mendanai kelompok pemerhati lingkungan World Wildlife Fund (WWF) untuk mendapatkan foto mengenai situasi Amazon yang terbakar.

Apakah Bolsonaro punya bukti kuat atas tuduhannya? Tidak ada. Dalam tuduhan terbaru yang dia lempar Jumat (29/11), Bolsonaro mengatakan kelompok WWF sengaja membayar relawan pemadam kebakaran untuk mendapatkan foto seputar Hutan Amazon yang terbakar api besar.

DiCaprio disebut menyumbang uang sebesar 500 ribu dolar AS atau sekitar Rp 7 miliar untuk mendapatkan foto tersebut. Foto itu nantinya, kata Bolsonaro, digunakan untuk menekan pemerintahan Brazil sekaligus pendongkrak popularitas sang aktor.

Baca Juga : Bagaimana Mestinya Hubungan Muslim-Yahudi?

"DiCaprio adalah pria yang keren, bukan? Dia memberikan uang untuk membakar Amazon," tuduh Bolsonaro kepada para pendukungnya di Brasilia, Jumat (29/11), dilaporkan Reuters.

Kritik terhadap DiCaprio dan aktivis lingkungan menyusul penggerebekan polisi di markas besar dua kelompok nirlaba di negara bagian Para, Amazon awal pekan ini.

Polisi setempat menangkap empat sukarelawan pemadam kebakaran karena diduga menyalakan api untuk mendapatkan dana dari donor yang bersimpati.

Sukarelawan pemadam kebakaran membantah melakukan hal tersebut dan dibebaskan dari tahanan.

Baca Juga : Soal Upah Buruh, Bos KSPSI Bilang Tidak Bisa Pakai Surat Edaran

Jaksa federal mengatakan penyelidikan mereka menunjuk pada perusak lahan sebagai tersangka utama kebakaran di daerah itu, bukan organisasi nirlaba atau pemadam kebakaran.

Sebelumnya, organisasi lingkungan DiCaprio, Earth Alliance, telah menjanjikan 5 juta dolar AS (Rp 70 miliar) untuk membantu melindungi Hutan Amazon, setelah gelombang kebakaran menghancurkan sebagian besar hutan hujan terbesar di dunia itu sepanjang bulan Juli dan Agustus.

Ini bukan pertama kalinya Bolsonaro menuduh, tanpa bukti, bahwa kelompok nirlaba membakar di Hutan Amazon, atau mempertanyakan peringatan tentang perubahan iklim.

Pada Agustus, di tengah-tengah kemarahan dunia atas kebakaran Hutan Amazon, Bolsonaro menyalahkan "perang informasi yang terjadi di dunia melawan Brazil" dan memecat kepala lembaga penelitian luar angkasa pemerintah yang memantau deforestasi.

Baca Juga : Airlangga Ambil Formulir Caketum

Bolsonaro menuduh presiden institut itu, Ricardo Galvao, memanipulasi data deforestasi untuk membuat pemerintahannya terlihat buruk.

Tetapi ketika sebuah laporan deforestasi tahunan dirilis pada November, tiga bulan setelah insiden tersebut, mengkonfirmasi kenaikan dua digit persen dalam deforestasi, pemerintah mengakui bahwa deforestasi memang telah meningkat dari tahun ke tahun. [DAY]