Iis Dahlia Benarkan Suaminya Pilot Garuda Yang Angkut Harley dan Brompton

Iis Dahlia dan suaminya, Satrio Dewandono (Foto: IG @isdadahlia)
Klik untuk perbesar
Iis Dahlia dan suaminya, Satrio Dewandono (Foto: IG @isdadahlia)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Gerah ditanya sana-sini soal kabar suaminya, Satrio Dewandono - yang diberitakan membawa pesawat Garuda Indonesia A330-900 Neo, yang mengangkut motor Harley Davidson dan sepeda Brompton dari Toulouse Prancis ke Jakarta pada 11 November 2019 - , pedangdut Iis Dahlia angkat bicara.

"Banyak media yang bertanya kepada saya perihal apakah betul suami saya yang membawa pesawat dari Toulouse ke Jakarta? Jawabannya iya..karena dia salah satu crew yang aktif," ungkap Iis via Instagram Story-nya, Minggu (8/12).

Baca Juga : Airlangga Beri Kuliah Umum di Seskoal

"Namun, jika ada yang ingin ditanyakan lebih dari itu, silakan menghubungi pihak berwenang, dalam hal ini Garuda Indonesia. Karena bukan kapasitas saya sebagai istri dari suami saya, untuk menjawab," imbuh Iis.

Pedangdut kelahiran 29 Mei 1972 ini berharap, masalah tersebut bisa segera tuntas. "Semoga masalah ini cepat selesai. Jadi, kami nggak terganggu dengan banyaknya pertanyaan seputar itu. Mohon ini dapat dimengerti," tutup Iis dengan membubuhkan note alias catatan di bagian bawah Instagram Story-nya. Bunyinya begini: "Jgn ada yang nanya-nanya lagi ya. Capcay eike tuhhh".

Baca Juga : Sejumlah Wilayah Di Indonesia Rentan Rawan Pangan

Seperti ramai diberitakan, kasus penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton ini berujung pada pemecatan I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara dari jabatan Direktur Utama.

Tiga direktur lain: Iwan Joeniarto (Direktur Teknik dan Layanan), Mohammad Iqbal (Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha), dan Heri Akhyar (Direktur Human Capital) yang turut serta dalam penerbangan tersebut, juga ikut dicopot.

Baca Juga : Di Rapat Paripurna Istimewa DPRD, Walkot Tangerang Paparkan Capaian dan Evaluasi Kerja

Kementerian BUMN menegaskan, selain terlibat penyelundupan, para direksi itu juga tidak mengantongi izin dinas.

"Keempat direktur ini, kalau menurut komite audit, tidak mendapat izin dinas dari Kementerian BUMN,” ujar Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga di kantornya, Jakarta, Jumat (6/12). [HES]