RMco.id  Rakyat Merdeka - Tata melempar kode ‘terima kasih’ dan ‘alhamdulillah’. Meski belum jelas, ia memastikan Brotoseno sudah cerai dengan Angie.

Tata Janeeta sudah bangkit dari keterpurukan usai bercerai dengan Mehdi Zati. Ia kini telah move on  dan menjatuhkan hati kepada Raden Brotoseno, mantan suami Angelina Sondakh.

Tata memilih Brotoseno sebagai tambatan hati bukanlah hanya sekadar cinta. Tata menilai sang polisi adalah sosok pria baik dan penyayang kepada anak-anaknya.

Baca Juga : Menyambung Hidup Di Masa Pandemi

“Terus aku lihat gimana perlakuan dia sama anak-anak, ya mudah-mudahan sih nggak berubah seiring waktu berjalan. Harapan gue sih anak-anak ini benar-benar bisa dapatkan figur ayah, iya lah karena mereka kan butuh itu,” kata Tata di kanal YouTube Melaney Ricardo beberapa waktu lalu.

Kemarin, kabar Tata diduga telah menikah dengan Brotoseno pun mencuat. Kabar tersebut awalnya tercium lewat unggahan Tata di Insta Stories. Saat itu, Tata mengungkap rasa terima kasih kepada Tuhan dengan tanda hati di bawahnya.

Ia juga bersyukur dengan mengucap Alhamdulillah. Mantan personel Dewi Dewi ini juga pernah mengungkap alasan menjalin hubungan serius dengan Brotoseno. “ Semua orang punya masa lalu, mama aku tuh benar-benar yang ‘Aku feeling sama yang ini’.

Baca Juga : Kembali Berharap Ke Wakil Rakyat

Belum pernah loh ya, sama yang pertama nggak feeling, sama yang kedua nggak feeling, sama yang ini ‘Aku feeling yang ini,” ungkap pemilik nama asli Shinta Dewi ini.

Tata pun dengan tegas membantah dirinya merebut Brotoseno dari Angie. Status Broto diyakini sudah duda. “Gue yang pertama kali tanya, ‘Are you clear with anyone? Kamu ada hubungan dengan orang lain?’ Gue crosscheck, gue nggak bego,” aku pelantun Penipu Hati dan Cinta Sebodoh Ini.

Pada akhir 2011, kisah asmara Angie dan Broto terendus. Cinta bersemi karena kerap berkomunikasi. Maklum, kala itu Angie adalah saksi dalam kasus proyek Wisma Atlet dengan terdakwa Nazaruddin.

Baca Juga : Penyidik Kasus Jaksa Pinangki Diduga Hapus Bukti Percakapan

KPK akhirnya memulangkan Brotoseno yang saat itu berpangkat Kompol ke Mabes Polri. Kisah cinta mereka diketahui menjadi topik panas di kalangan internal KPK pada saat itu. Brotoseno kemudian dimutasi ke bagian Sumber Daya Manusia (SDM) Polri.

Lantas, Brotoseno yang saat itu berpangkat AKBP ditangkap tim Bareskrim Polri pada 11 November 2016. Dia bersama oknum polisi lain diduga menerima duit dari dari pengacara kasus dugaan korupsi cetak sawah di Kalimantan periode 2012-2014.

Brotoseno divonis 5 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan. Namun rupanya ia sudah bebas bersyarat sejak Februari 2020. [TAR]