Guru Ngajar Pakai Helm Karena Takut Gedung Rubuh

Kocaknya Ada, Gemesnya Ada

Klik untuk perbesar
Kunjungan Mendikbud Nadiem Makarim (kiri) saat melihat kondisi SDN Gentong, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (7/11). (Foto: Twitter@Kemendikbud)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Video seorang guru yang memakai helm saat sedang mengajar, menjadi viral di media sosial. Menonton video itu bikin warganet tersenyum karena lucu, tapi juga gemes lihat kondisi sekolah yang hampir ambruk. Tak ingin jatuh korban, sebagian seleb twitt meminta Mendikbud Madiem Makarim segera menyelesaikan masalah sekolah yang nyaris ambruk di berbagai daerah.

Insiden ambruknya atap SDN Gentong Pasuruan, Jawa Timur, mendapat sorotan luas. Karena kejadian itu, seorang murid dan guru tewas. Belasan siswa lainnya terluka. Kejadian itu membuat warganet lebih peka terhadap isu pendidikan ter utama infrastruktur sekolah yang nyaris ambruk.

Berbagai berita mengenai kondisi sekolah yang rusak parah bermunculan dan mendapat respon hangat dari warganet. Satu yang menjadi sorotan adalah video seorang guru yang memakai helm saat sedang mengajar. Video itu viral dan menjadi berita di sejumlah televisi.

Belakangan diketahui guru yang memakai helm itu adalah Sunyono, guru SDN Kepuh Kembeng I, Peterongan, Jombang, Jawa Timur. Setiap hari saat akan mengajar, Sunyono memakai helm dalam kelas. Bukan tanpa alasan. Sunyono sengaja memakainya karena takut tertimpa puing plafon.

Dari video terlihat, kondisi kelas tempat Sunyono mengajar memang mengenaskan. Hampir seluruh plafon kelas sudah jebol. genteng banyak yang bolong. Rangka atap sebagian sudah keropos.

Berita Terkait : Nadiem Kerjanya Hanya Buka Kuping Lebar-lebar

Bukan sekali dua kali puing-puing plafon jatuh menimpa guru atau siswa. Para murid seperti sudah biasa melihat gurunya memakai helm saat sedang mengajar.

Sunyono juga tampaknya sudah terbiasa. Kepada wartawan Sunyono mengatakan aksi memakai helm itu selain untuk melindungi diri juga sebagai aksi protes.

Karena gedung sekolah belum juga mendapatkan perbaikan meski sudah mengajukan program rehabilitasi berkali-kali.

Warganet heboh setelah menonton video itu. Sebagaian bingung menuliskan komentar. ada lucunya saat melihat guru mengenakan helm di kelas. tapi juga sedih melihat kondisi kelas yang memprihatinkan. Seperti tinggal menunggu ambruk. “Lebih aman pakai tenda di luar. atau muridnya juga kalau bisa pake helm biar aman,” cetus @adipermana26.

Senada disampaikan @imam mujahid. Dia bilang kondisi ruang kelas sudah tak layak dijadikan tempat belajar mengajar. Karena membahyakan. Akan lebih baik kalau tak cuma guru pakai helm. “murid nya juga pakai helm biar aman,” ujarnya.

Baca Juga : Sheila Dara, Gara-gara Film Kini Bisa Ngelas Besi

Akun @fitriagustin merasa gemes setelah menonton video itu di tivi. Ia heran kenapa sekolah yang hampir ambruk itu belum juga dibenerin. “Heboh kalau sudah kejadian,” ujarnya.

Akun @iinkumaria juga ikutan nyeletuk. Ia tersenyum sendiri melihat guru pakai helm sementara muridnya enggak. Ia khawatir siswa jadi korban. “Semoga mas menteri Nadiem segera bertindak. Jangan menunggu korban,” harapnya. “Ini contoh guru yang sadar keamanan dalam kelas,” timpal @marsapafa.

Kondisi bangunan sekolah yang rusak kini menjadi perhatian banyak pihak setelah insiden atap ambruk di SDN Gentong Pasuruan, Jawa Timur. Padahal sekolah itu baru dibangun dua tahun lalu.

Kemarin, Mendikbud Nadiem Makarim mendatangi sekolah tersebut. Ia mengaku sedih dan berbelasungkawa kepada keluarga korban.

Menurutnya, kejadian seperti ini seharusnya tidak terjadi dan meminta supaya pemerintah pusat hingga pemerintah daerah bisa bekerja sama dengan baik.

Baca Juga : Main Film Perdana, Ardhito Pramono Banyak Belajar dari Manajer

Keamanan siswa, guru dan orang tua harus didahulukan. Sehingga, para siswa dan guru bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan aman dan nyaman.

“Saya sudah mengirim tim saya dari inspektorat jenderal untuk melakukan investigasi atas apa yang terjadi. Sehingga bisa merencanakan bagaimana bisa bersama sama meng hindari kejadian tersebut,” ujarnya. Usai mendatangi SDN Gentong, Nadiem menyempatkan diri takziah ke rumah keluarga korban tewas yakni, Irza almira siswa kelas II SDN Gentong. [BCG]