Oleh Tempo Badannya Dilumuri Lem Aibon

Anies Bilang Terima Kasih

Foto: Istimewa
Klik untuk perbesar
Foto: Istimewa

RMco.id  Rakyat Merdeka - Serangan sampai hujatan tak henti-hentinya diarahkan ke Anies Baswedan setelah Aibon gate terungkap ke publik. Namun, Gubernur DKI Jakarta itu menanggapinya dengan penuh lapang dada. Terbaru, eks Mendikbud itu mengucap terima kasih begitu melihat karikatur Majalah Tempo bergambar dirinya yang berlumuran aibon.

Sampul depan Majalah Tempo edisi pekan ini sudah panas di medsos, sejak kemarin. Sampul depannya memuat gambar karikatur kaleng lem aibon. Anies digambarkan “kecebur” dan berusaha keluar dari kaleng itu. Namun, lemnya begitu lengket. Di bawahnya, ditulis judul besar, “Aib Anggaran Anies”. Kemudian, ada penjelasan di bawahnya yang berisi, “Rancangan budget DKI Jakarta ber tabur proyek janggal. Gubernur Anies Baswedan ditengarai bakal bagi-bagi dana hibah buat pendukungnya”. Sampul ini berkaitan dengan gegernya anggaran pengadaan lem aibon pada RAPBD DKI 2020 yang mencapai Rp 82 miliar.

Anies membagikan sendiri gambar sampul Majalah Tempo ini di akun twitter pribadinya, @aniesbaswedan, kemarin pagi. Tidak terlihat ada nadanada kesel dari Anies atas pemberitaan Tempo itu. Anies justru terlihat senang.

“Terima kasih Tempo telah jalankan tugasnya sebagai pilar keempat demokrasi. Semoga perbaikan sistem yang sedang berjalan bisa segera kami tuntaskan. Terus awasi kami yang sedang bertugas di pemerintahan,” tulis Anies.

Berita Terkait : Mobil dan Motor Listrik di Jakarta Tak Perlu Bayar Pajak

Anies kemudian memuji kreativitas Tempo dalam menyampaikan kritik. “Karikaturnya boleh juga. Kalau ti dak begitu bukan Tempo namanya,” sambungnya. Ditutup tagar #ABW.

Hingga pukul 10 malam tadi, cuitan Anies ini sudah dicuitkan ulang sebanyak 9.400 kali. Sedangkan yang memberikan tanda suka sebanyak 25.400 orang.

Kolom kementar juga penuh. Isinya, kebanyakan merasa bangga dengan sikap Anies. “Mulianya Hatimu Gubernur ku.. Hampir Menetes Air mata baca Tweet ini.. Smga Allah Menaikkan Drajatmu.. Yg tdk Pernah Membalas Perbuatan Keji Mereka, Kau Jalankan Semua Yg Rosull Kt Ajarkan.. Ya Allah Berikanlah Rahamatmu dan Lindungi Hambamu ini Pak @aniesbaswedan,” tulis akun @Vife70664464.

Akun @V3lias juga bangga ke Anies. “Dikritik tidak tumbang, dipuji tidak terbang. Kalau ada #ABW nya berarti cuitan langsung dari Pak @anies baswedan,” katanya.

Berita Terkait : Risma Mulai Berani Nyerang Anies Nih?

Akun @Susyindrie melihat, sikap Anies tersebut adalah contoh sosok yang memiliki kedewasaan dalam memimpin. “Manusia dewasa adalah manusia dengan hati yang selesai,” tulisnya, mengutip pernyataan Emha Ainun Nadjib.

Banyak juga akun yang mendoakan Anies agar kuat menjalani tugasnya dengan istiqomah. Mereka pun mengim bau agar tidak mudah tersing gung ketika dikritik media. Seperti akun @ AMKAnwar1, “Semoga Alloh SWT memberikan kekuatan zhahir bathin kepada pemimpin seperti Pak #ABW ini, tetap istiqamah mengemban amanah. Aamiiin,” katanya.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komaru din ikut memuji sikap Anies itu. Menurutnya, sikap Anies yang tidak menyerang balik media yang mengkritik, patut menjadi contoh bagi pemimpin di berbagai bidang dan level pemerintahan. “Memang jadi pemimpin jangan tipis kuping kalau dikritik. Artinya, ada yang harus diperbaiki. Demi kinerja yang lebih baik ke depan,” kata Ujang, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Eks Ketua Tim Sukses Anies-Sandi di Pilgub DKI, Mardani Ali Sera, mengatakan, respons Anies terhadap majalah Tempo itu menunjukkan kematangannya sebagai pemimpin.

Berita Terkait : Ngecek Tanggul Jebol, Anies Gandeng Basuki

“Mas Anies dewasa dan proporsional,” puji Mardani, saat dikontak Rakyat Merdeka, tadi malam.

Ke Tempo, politisi PKS ini juga tidak menyalahkan. Dia berkeyakinan, Tempo telah menyajikan laporannya secara berimbang. “Laporan Utama Tempo pasti cover both side. Tinggal netralitas diuji di sini,” tambahnya.

Namun, ada juga yang menyindir Anies. Salah satunya akun @eae18. Dia menganggap, sikap Anies itu lum rah sebagai sosok pemimpin. “Biasa saja. Sebagai tokoh publik, dia harus tulis seperti itu. Jokowi dan Prabowo diperlakukan sama oleh Tempo tapi mereka diam. Tak melakukan reaksi apa pun. Dari sini harusnya paham,” tulisnya. [JAR/SAR]