Harga Ayam Anjlok, Rp 7 Ribu Per Ekor

Peternak Menjerit, Biaya Pakan Lebih Mahal Dari Harga Jualnya

Klik untuk perbesar
Ketua Asosiasi Peternak Ayam Yogyakarta, Hari Wibowo di sela aksi bagi-bagi ayam broiler gratis. (Foto : detikcom/Usman Hadi).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Peternak ayam menjerit. Harga ayam melorot drastis. Per ekor cuma dihargai Rp 7 ribu. Sementara, biaya pakannya mahal.

Para peternak ayam protes. Mereka meminta pemerintah turun tangan membenahi harga ayam potong yang anjlok. Mereka menunggu respons pemerintah. Namun, sudah beberapa bulan menunggu, tidak juga ada jawaban dari pemerintah.

Aksi protes para peternak terjadi di Yogyakarta. Asosiasi Peternak Ayam Yogyakarta menggelar aksi membagi-bagikan ribuan ayam broiler gratis di sejumlah titik .

Ada empat titik pembagian ayam broiler gratis. Di timur Balai Kota Yogyakarta, Taman Parkir Sriwedari, Alun-alun Utara Yogyakarta dan Timur Kridosono.

Ketua Asosiasi Peternak Ayam Yogyakarta, Hari Wibowo mengatakan, para peternak mengalami kerugian yang cukup besar dari anjloknya harga ayam.

Bagaimana tidak rugi, lanjut Hari, ayam di kandang peternak hanya laku di kisaran harga Rp 7-8 ribu per ekor. Padahal biaya produksi ayam per kg membutuhkan Rp 18.700.

Berita Terkait : Peternak Menjerit, Tim Investigasi Jalan Di Tempat


Yang lebih aneh lagi, harga ayam di kandang Rp 7-8 ribu per ekor. Tapi, pedagang pasar menjualnya di atas Rp 25 ribu per ekor. Bahkan, bisa di atas Rp 30 ribu.

“Padahal, harusnya ayam dijual di kisaran harga Rp 15 ribu oleh pedagang,” kata Hari.

“Lha untuk itu, daripada kita jual murah nggak jalan-jalan ayamnya, mending kita kasih ke masyarakat saja supaya bisa ikut merasakan. Dari pada rugi dipikul sendiri, sekalian ruginya tersampaikan ke masyarakat,” sambung Hari.

Melihat aksi para peternak ayam ini, warganet bersimpati. Suherman mengatakan, para peternak ayam sudah hidupnya susah, harus bangkrut lagi gara-gara harga ayam yang turun. “Kasihan peternak ayam,” katanya.

Ungkapan empati juga disampaikan @ UtuhWibowo. Menurutnya, peternak ayam sudah jatuh tertimpa tangga pula. Sudah harga anjlok, diminta pula bagikan ayam gratis.

“Sudah keluar duit banyak buat usaha, harapan untung malah jadi buntung. Inikah nasib peternak di era Sontoloyo,” ujarnya.

Berita Terkait : Jangan Sampai Bagasi Berbayar Lebih Mahal Dari Harga Tiket Pesawat

@Bacot_Huda menuturkan, bagi-bagi ayam gratis sebagai wujud protes hancurnya harga ayam dari peternak. Harga dari pedagang masih tinggi, peternak buntung.


@shialebaou mendesak pemerintah pusat dan daerah menyelesaikan masalah ini. Setidaknya, menyelidiki dan mencari tahu kenapa harga ayam di tingkat peternak sangat murah. Padahal, harga ayam di pasar stabil.

“Pemerintah daerah yang harus turun,” saran @shialebaou.

@PartaiSosmed mendesak pemerintah membuat aturan atau regulasi untuk menyelesaikan masalah ini. Jangan biarkan para peternak terus terpuruk dengan kondisi buruk ini.

“Apakah peternak ayam tidak berhak minta kebijakan Tarif Batas Bawah seperti korporasi maskapai penerbangan? Kenapa korporasi besar boleh dilindungi sementara peternak tidak?” protes @PartaiSosmed.

@nursali menganggap aksi bagi-bagi ayam kepada warga tidak akan berpengaruh apapun. Pemerintah pasti lepas tangan dan cuek dengan nasib rakyatnya. “Percuma protes dengan dibagi-bagikan palingan juga nggak ngefek,” ucapnya.

Baca Juga : Berburu Motor Jadul

@meri_dian menduga, anjloknya harga ayam broiler dimainkan korporasi besar.

“Entah kenapa pemerintah seolah gak bisa ikut campur jika menyangkut harga broiler. 2011 juga pernah dan saat itu saya mengalami langsung, koreksi jika salah,” sebut dia.


Dharmadi Wong menyarankan kepada para peternak tidak menjual kepada tengkulak. Jualah langsung ayamnya ke masyarakat. “Kenapa peternak gak buka lapak aja jual di pasar?” saran dia. [REN]

RM Video