Anis Matta, Awas Berlinang Air Mata

Klik untuk perbesar
Anis Matta (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Belum genap satu tahun berdiri sebagai ormas, Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) mau berubah menjadi partai politik. Bekas Presiden PKS Anis Matta sebagai penggagas utama Garbi diingatkan, hati-hati, dia bisa berlinang air mata. Sebab, di era sekarang, membuat partai baru berat.

Di Pemilu kemarin contohnya, semua partai baru nggak lolos ke parlemen.

Garbi pertama kali dideklarasikan di Bali, Oktober tahun lalu. Saat ini, Garbi sudah berdiri di 33 provinsi. Ormas ini lahir dibidani para pentolan PKS yang berseberangan dengan Presiden PKS, Sohibul Iman. Mereka antara lain Anis Matta, Fahri Hamzah, dan Mahfudz Siddiq. Fahri menyebut, bakal berubahnya Garbi menjadi parpol merupakan aspirasi simpatisan.

Berita Terkait : UU MD3 Bakal Dipecah Jadi 4


“Gerakan pemikiran yang telah dimulai oleh Garbi di seluruh Indonesia itu, bisa kita teruskan menjadi sebuah gerakan politik berbentuk sebuah partai politik,” katanya, di Jakarta, kemarin.

Sebagai parpol, kata Fahri, Garbi menawarkan kebaruan. Yakni melawan eksklusivisme. Garbi akan lebih terbuka dengan kelompok mana pun selama mempunyai kesamaan pandangan. “Garbi melintas batas kepada siapa saja yang menyepakati cara berpikir yang ditawarkan,” kata Wakil Ketua DPR ini.

Soal kepastian tanggal deklarasi menjadi parpol, Fahri belum menyebutkannya. Ia cuman bilang, tinggal menunggu waktu. Mantan Ketua DPP PKS yang juga orang dekat Anis Matta, Achmad Riyaldi, membantah pernyataan Fahri. Dia memastikan, Garbi tetap akan menjadi ormas. “Tidak ada rencana Garbi menjadi partai. Garbi tetap akan menjadi ormas. Pernyataan Fahri ngaco,” ujar Irel, sapaan Achmad Riyaldi, Kamis (11/7) malam. 

Berita Terkait : Ormas Mathlaul Anwar Siap Menangkan Maruf Amin

Menurut dia, Anis Matta tidak pernah berpikir menjadikan Garbi sebagai partai. Anis juga tidak pernah meminta Fahri untuk bilang Garbi menjadi partai. “Jadi, pernyataan Fahri merupakan pernyataan pribadi. Anis Matta dan anggota Garbi tetap kader PKS. Kami masih punya kartu anggota dan tidak pernah dipecat,” tegasnya.


Sayang, para warganet sudah kadung termakan pernyataan Fahri. Sebagian besar mereka langsung nyinyirin wacana perubahan Garbi menjadi parpol. Akun @PosRonda551 menyebut, jika Garbi menjadi parpol, maka akan saling sikut dengan PKS. karena basis massanya sama. “Silakan cakar- cakaran,” cuitnya.

Lainnya menyatakan, perubahan Garbi menjadi parpol ma lah bikin du nia politik Tanah Air semakin tak karuan. “Sekarang aja sudah banyak parpol, kok masih mau nambah,” sebut akun @Banyumas71. Akun @ AkbarGin menimpali. “Makin runyam Indonesia. Kalo tujuan dan cita cita sama yaitu ke se jahteraan rakyat lebih baik gabung sa ja jadi satu".

Berita Terkait : Jangan Terus Geber Piatek

Akun @BramSukomono lebih kejam. Dia memprediksi Garbi hanya akan menjadi parpol gurem. Alasannya, figur Fahri akan membuat orang ogah memilih Garbi. “Percuma aja buat parpol, kalau cuma parpol gurem dan elitnya jadi tukang nyinyir belaka,” tulisnya.

Pemilik akun @omenromances mengingatkan soal kegagalan partai anyar ini di Pemilu 2019. Dia memprediksi, partai anyar juga akan sulit bertarung di 2024. “Denger-denger, Garbi mau jadi partai politik. Awas Bang Anis Matta berlinang air mata,” tulisnya.


Ada juga yang menyebut Garbi tak ada bedanya dengan PKS. “Partai pelarian, PKS vs PKS,” cuit akun @ Las kar_Satria. Akun @Rosa Herdiansyah nyam ber. Dia menyebut Garbi seperti sejarah Partai Syarikat Islam (SI). Namun, ada juga yang mendukung. Akun @Hanjar08, salah satunya. “Biarin aja. Banyak partai, banyak pilihan.” [FAQ]

RM Video