KH Maimoen Zubair Wafat di Tanah Suci

Mahfud MD Kenang Pertemuan Terakhir Dengan Mbah Moen

Klik untuk perbesar
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD (kanan) bersama mendiang Mbah Moen. (Foto: Twitter @mohmahfudmd)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kabar duka menyelimuti Tanah Air, khususnya warga Nahdlatul Ulama (NU). Selasa (6/8) pagi tadi, ulama kharismatik KH Maimoen Zubair alias Mbah Maimoen atau yang akrab disapa Mbah Moen, menghembuskan nafas terakhirnya di Makkah Al-Mukarromah, Arab Saudi.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah ini dikabarkan wafat saat menunaikan ibadah haji di Makkah, Arab Saudi, Selasa (6/8).

Sontak, netizen di jagat Twitter riuh mengucapkan duka cita. Tanda pagar dan kata kunci Mbah Moen memuncaki trending topic pagi hingga siang ini. "Innalillahi wa innailaihi rajiuun. Indonesia kehilangan tokoh besar dan pemersatu bangsa," kicau Menteri KKP Susi Pudjiastuti lewat akunnya @susipudjiastuti.

 Alissa Wahid, putri Presiden ke-4 RI, mendiang Abdurrahman Wahid  atau Gus Dur tak kuasa menahan kesedihannya. "Inalillahi wa inna ilaihi raji'uun. Sugeng tindak, Mbah Moen. Walaupun airmata saya tak juga berhenti, saya yakin Mbah berbahagia karena berpulang di tempat yang Mbah cintai. Semoga Allah SWT menempatkan Mbah di tempat yang terbaik.. lahu alfatihah," kicau @AlissaWahid.

Berita Terkait : Heran Ditanya Terus Soal Papua, Mahfud MD Minta Masyarakat Rajin Googling

Sementara eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menyampaikan duka citadan kenangannya bersama ulama kharismatik nahdliyin ini, lewat serangkaian kicauan di Twitter.

"Innalillahi wa innaa ilaihi raji'un. Kyai Maimoen Zubeir (Mbah Moen) wafat di Tanah Suci Makkah jam 8.17 WIB tadi. Beliau wafat di tempat yang dicintainya. Saya mendapat kabar langsung berita ini dari Pak Supri, salah seorang terdekat Mbah Moen. Jadi, Insya Allah, ini bukan hoax," kicau Mahfud lewat akun Twitter-nya, @mohmahfudmd.

Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) ini pun mengenang pertemuan terakhirnya dengan Mbah Moen. Mahfud tiga kali bertemu Mbah Moen. Terakhir, keduanya bertemu di Yogyakarta, dalam acara pernikahan puteri Dubes RI di Saudi, Agus Maftuh. 


Pertemuan terakhir itu sangat berkesan bagi Mahfud. Karena Mbah Moen menahan dan mencengkeram lengan Mahfud cukup lama, untuk berbicara setengah berbisik. "Saya ngin menyampaikan hal penting, mau ya?" Kata Mbah Moen di acara di Yogya itu. "Ya, Mbah", jawab saya. Kemudian beliau berbicara serius setengah berbisik sampai agak lama. Tangan saya dipegang kuat seperti dicengkeram. Saya jadi rikuh karena waktu itu banyak yang antre mau sungkem ke beliau," cerita Mahfud.

Berita Terkait : Mahfud MD : Hindari Konflik, Jalin Kembali Persatuan

Waktu Mbah Moen berbicara lama dan berbisik kepada Mahfud, di sampingnya ada Nyai Maimoen dan keluarga. 

"Beliau didampingi oleh Nyai Maimoen & keluarga; ada juga Pak Supri yang memang sering mendampingi; juga ada aktivis PPP Mas Arwani Thomafi. Itu kenangan terakhir saya dengan beliau. Selamat jalan menghadap Sang Khaliq, Mbah Moen," pungkas Mahfud. 

Senada, lewat akun Instagram-nya eks Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus memposting kesedihannya yang begitu mendalam, atas kepulangan Mbah Moen, melalui akun @s.kakung.

Ulama asal Rembang Jawa Tengah ini memosting kalimat istirja’. "Innalillahi wa inna illaihi rajiun," tulisnya.

Berita Terkait : Soal Perda Syariah, Maruf dan Mahfud MD Tak Sejalan

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Saadi mengonfirmasi bahwa Mbah Moen wafat di Makkah, Arab Saudi. "Betul, baru saja santri yang mendampingi beliau telepon saya," ungkap Zainut lewat pesannya, serupa dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU, Helmy Faishal Zaini. "Info sementara yang saya terima dari Gus Rozin benar. Baru saja." 

Mbah Moen lahir di Rembang 90 tahun silam. Saat ini, Mbah Moen merupakan Ketua Majelis Syariah PPP dan salah satu Kiai khos Nahdlatul Ulama (NU). [FAQ]