Oposisi Atau Koalisi, Prabowo Dengerin Emak-emak

Klik untuk perbesar
Prabowo Subianto (tengah) menunjukkan wajah gembira saat menerima emak-emak di rumahnya, di Kertanegara, Jakarta, Senin (5/8). (Foto: [email protected]).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Prabowo ternyata belum menentu kan sikap secara bulat mengenai posisi dirinya dan Gerindra di pemerintahan Jokowi. Dirinya masih menimbang-nimbang, apakah akan masuk ke koalisi atau di oposisi.

Sebagai salah satu bahan pertimbangan, kemarin, Prabowo mendengarkan masukan emak-emak. Ada sekitar 100 relawan emak-emak diterima Prabowo di kediamannya, di Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Pertemuan berlangsung tertutup. Menurut Wasekjen Gerindra, Andre Rosiade, pertemuan itu berlang sung hampir 4 jam. Mulai sekitar pukul 1 siang sampai pukul 4 lebih. Di pertemuan ini, Prabowo didampingi Waketum Partai Gerindra Fadli Zon, dan Jubir pribadi, Dahnil Anzar Simanjuntak. 

Berita Terkait : Datangi Kediaman Habibie, Prabowo Ucapkan Bela Sungkawa

“Pak Prabowo juga menjelaskan sikap Partai Gerindra dan beliau untuk ke depan seperti apa. Ya, silaturahim lah,” kata Andre, ketika dihubungi Rakyat Merdeka, tadi malam. 
Di pertemuan tersebut juga disampaikan apa yang menjadi fokus perhatian Prabowo dan Partai Gerindra saat ini. Salah satunya, upaya menyelamatkan emak-emak, relawan, ulama, dan para pendukung lain yang masih tersangkut masalah hukum.

Andre menerangkan, di pertemuan ini, pembicaraan tidak satu arah. Prabowo juga membuka forum diskusi. Dia meminta emak-emak juga bicara. Terutama mengenai keinginan mereka atas polisi Prabowo dan Partai Gerindra. 


Lalu, apa masukan emak-emak itu? Andre menyatakan, emak-emak meminta Prabowo dan Gerindra tidak ma suk dalam gerbong koalisi.  “Emak-emak tadi ya merespons ya, menginginkan Pak Prabowo dan Partai Gerindra untuk tetap di luar pemerintahan. Ya, tadi emak-emak meng usulkan seperti itu,” tegasnya. 

Berita Terkait : Rekernas Gerindra Diundur, Keputusan Arah Partai di Tangan Prabowo

Masukan tersebut, lanjut Andre, akan diserap Prabowo sebagai bahan per timbangan sebelum memutuskan sikap politik secara final. “Oleh Pak Prabowo semuanya diserap aspirasinya. Akan menjadi bahan diskusi dan bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan nanti,” tutur Andre. 

Pertemuan Prabowo dengan emakemaknya cukup ramai dibahas di dunia maya. Terutama setelah Fadli Zon, mengunggah foto suasana pertemuan itu di akun twitternya, @fadlizon. 
“Prabowo Undang Emak-Emak ke Kertanegara,” tulis Fadli memberi keterangan foto itu. Sejumlah warganet mengomentari unggahan itu. Terutama kaum hawa. Mereka bertanya-tanya, kenapa tak ikut diundang. 

“Saya engga diundang?” tanya @ferawati_euis. “Ikut bun...???,” timpal @Themark38825398 dengan me-mention tweeps lainnya. Cuitan lainnya menanyakan nasib emak-emak yang masuk penjara akibat Pilpres 2019.

Berita Terkait : Bersedia Serahkan Lahan, Prabowo Mau Jadi Pahlawan Ibu Kota?

 “Gimana kabarnya 3 emak2 yang udah masuk penjara????,” tanya @djony_r. “Giliran emak2 ke na tangkap gak diakui sebagai team relawan ... hadehh,” kritik @CasvieB. Komentar menohok datang dari @RajaFadhil. Kepada Juru Bicara Prabowo, Dahnil Anzar, ia mempertanyakan apa urgensi pertemuan dengan emak-emak itu. “Emang masih Penting Bang....????? 

Susah cari Figur yang Konsisten. Kami udah ga perduli bang. Kan udah ketemu ama Emak di Teuku Umar...yaudah,” sentilnya. “Au ah gelap.....! No more emak2 no more relawan after keceburnya kalian dgn rezim pe** ini.....memal*..jij*!,” timpal @Majujay33898515. Akun @syaranza_ mencoba menebak-nebak isi pertemuan itu. 


“Pasti lagi diomelin emak” yaa soal sate senayan sama nasi goreng?” guyonnya. Sedangkan akun @PurwonoAgus2 mendukung agar pertemuan Prabowo dengan para relawan terus dirawat. 
Agar tidak cuma dirangkul setiap mau Pilpres saja. “Sering mlakukan sarase han brsama dng rekan dan pendukung agar tetap solid. Bukan hnya setiap mau pilpres sosok pak @prabowo di munculkan. Jika ada kritikan nyinyir jng hiraukan krn ujian hny menyerang orang yang kuat bukan yang lemah,” pesannya. [SAR]

RM Video