Heboh Paman Bopong Jenazah Ponakan: Puskesmas Ditegur, Wali Kota Minta Maaf

Klik untuk perbesar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sebuah video laki-laki membopong jenazah anak kecil menjadi perbincangan hangat di media sosial sejak Sabtu lalu. Dalam video tersebut, laki-laki paruh baya, berjaket hitam, tengah membopong jenazah anak kecil yang ditutupi kain batik berwarna cokelat. Peristiwa ini berlangsung tak jauh dari Ibu Kota Jakarta, yakni di Kota Tangerang.

Adalah Supriyadi (40), laki-laki yang ada di dalam video singkat tersebut. Supriyadi terpaksa membopong jenazah keponakannya, Muhammad Husen (9) karena pihak Puskesmas tak menyediakan ambulans. Ditemui awak media di rumah duka, Kampung Kelapa Indah, Cikokol, Kota Tangerang, Supriyadi bercerita, peristiwa yang viral ini terjadi pada Jumat (23/8).

Mulanya, ia mendapat kabar keponakannya hanyut di Kali Cisadane, sekitar pukul 3 sore. Sampai di lokasi, korban sudah ditemukan. Ia menduga keponakannya sudah meninggal. Untuk memastikannya, dia dibantu warga sekitar membawa Husen ke Puskesmas Cikokol dengan sepeda motor. Petugas Puskesmas yang berjaga langsung memeriksa korban. Dugaan Supriyadi benar, Husen sudah tak bernyawa. Ia pun berniat membawa jenazah Husen pulang untuk dimakamkan.

Saat itu, ada satu ambulans bersiaga di Puskesmas. Namun, keterangan dari pihak Puskesmas, ambulans tidak bisa dipakai membawa jenazah. Supriyadi memahami ini. Pihak Puskesmas juga sempat menawarkan solusi, yakni memberi nomor-nomor yang bisa dihubungi untuk ambulans. Sayangnya, saat menghubungi nomor tersebut, Supriyadi mengalami kesulitan. Ada yang tak diangkat, ada juga yang putus-putus sinyalnya. 

Berita Terkait : Pembangunan Gedung Sekolah di Kota Tangerang Harus Selesai Akhir Tahun Ini

Karena waktu sudah petang, dia memutuskan membopong jenazah ponakannya itu. Pihak Puskesmas sempat menahannya. Namun, dia bersikeras ingin segera menguburkan Husen. Saat hendak menaiki jembatan penyeberangan orang, seorang warga yang melintas menawarkan diri mengantarkan Supriyadi beserta jenazah Husen. Pada bagian inilah yang akhirnya viral di berbagai medsos. Husen akhirnya bisa dimakamkan pada pukul 10 malam.

Supriyadi tak menyalahkan pihak Puskesmas. “Kalau Puskesmas kan melaksanakan prosedur kerja karena dia ada aturan, dia menjelaskan itu untuk membawa pasien. Cuman saya menyayangkan nomor-nomor yang diberikan tidak ada yang merespons,” ujarnya.

Meski begitu, warganet sudah kadung marah. Termasuk Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah. Dia kesal ke pihak Puskesmas Cikokol terlalu kaku dengan SOP dan tak memberikan layanan ambulans. Untuk memperbaiki kesalahan pihak Puskesmas Cikokol, kemarin petang, Arief melayat ke rumah duka dan meminta maaf ke keluarga Husen.

“Takziah ke keluarga Almarhum ananda Husein dan menyampaikan permohon maaf atas kekurangsigapan petugas Puskesmas. Saya juga memberi teguran langsung serta memerintahkan pembenahan pada SOP pelayanan di Dinas Kesehatan, terutama Puskesmas untuk mengedepankan hal-hal yang bersifat gawat darurat atas dasar kemanusiaan,” tulis Arief dalam unggahan tiga fotonya saat melayat di akun Instagram @ arief wismansyah.

Baca Juga : Menteri Tito Minta Pedagang Makanan Diawasi

Di hadapan awak media, dia juga mengemukakan telah menegur Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang untuk mengubah SOP yang berlaku. Arief meminta Dinas Kesehatan mengedepankan kemanusiaan dalam melayani masyarakat. Ia pun men jamin akan ada perubahan sistem pelayanan kesehatan di wilayahnya.

“Ya, memang teman-teman bekerja berdasarkan aturan ya, kita juga paham. Tapi kita juga punya fungsi ke manusiaan lah,” tegasnya.

Di twitter, berbagai akun menyebarkan adegan Supriyadi saat membopong jenazah Husen. Akun @BenGamael mengaku miris dan prihatin. “Kasian orang kecil dan miskin. Siapa yang peduli pada kesusahan mereka? Saya Turut Berduka Cita Saudaraku. RIP untuk jiwa ananda tercinta,” kicaunya.

Akun @yuliussheksa menimpali. “Keterlaluan, apakah pihak puskesmas tak bisa mengusahakan ambulans untuk jenazah?” kritiknya. Tweeps @srigatee18 marah betul. “Juaan*** tenan. Kok langsung ditolak. Ketika emang ambulans nggak bisa di pake karena SOP. Pihak puskesmas harus membantu mencarikan mobil jenazah yang gratis,” tulisnya.

Baca Juga : Rantai Salah Urus BUMN Harus Segera Diputus

Akun @fuaaadss menimpali dengan menyinggung motto Kota Tangerang. “Tangerang mottonya doang Akhlakul Karimah,” sentilnya.[FAQ]