Akhir Tahun Ngomong Bocor...Bocor...Bocor...

Prabowo Putar Lagu Lama

Klik untuk perbesar
Capres No Urut 2, Prabowo Subianto saat memberikan ceramah kebangsaan akhir tahun di Desa Bojong KOneng, Bukit Hambalang, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Sabtu (29/12). (Foto: FB @Dpd Partai Gerindra Prov Kepri)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Prabowo Subianto menutup akhir tahun dengan menyampaikan pidato di hadapan kadernya. Dalam pidatonya, Ketum Gerindra ini kembali menyinggung soal kebocoran uang negara dan ketimpangan. Prabowo kembali memutar kaset lama.

Pidato itu disampaikan dalam acara Ceramah Kebangsaan Akhir Tahun di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu malam. Kemudian videonya diunggah di akun Facebook milik Prabowo, kemarin.

Apa yang disampaikan? Eks Danjen Kopassus itu mengawali pidato dengan menyinggung kembali soal ketimpangan ekonomi. Dia mengatakan, ketimpangan ekonomi dan sosial di Indonesia bisa berujung pada kecemburuan dan kemarahan, bahkan bisa berujung pada kekerasan dan perpecahan. Prabowo pun mencontohkan demonstrasi mengkritik kebijakan pemerintah soal pajak, harga bahan bakar dan tingginya biaya hidup yang terjadi di Prancis selama beberapa pekan ini.

“Padahal, ketimpangan ekonomi dan sosial di Perancis jauh lebih sedikit dibandingkan Indonesia,” kata dia.  Prabowo mengatakan, satu persen orang terkaya di Prancis menguasai 20 persen perekonomian. Di Amerika, lanjut Prabowo, ketimpangan sedikit lebih tinggi lantaran satu persen orang terkaya menikmati 35 persen perekonomian.

Sedangkan di  Indonesia, satu persen orang terkaya menguasai hingga 46 persen perekonomian. Prabowo mengatakan, angka ketimpangan ini lebih tinggi lagi jika menyangkut penguasaan tanah.

“Kalau kita bicara khusus tanah situasinya lebih parah, yakni satu persen orang terkaya menguasai 80 persen tanah,” ujarnya. Karena itu, Prabowo mengatakan Indonesia perlu introspeksi terhadap sistem pengelolaan negara yang sudah berlangsung selama ini.

Menurut Prabowo, Indonesia sudah kehilangan terlalu banyak kekayaan karena kesalahan pengelolaan negara saat ini. Dia lantas menyinggung visinya untuk berswasembada di bidang energi dan pangan.

Dia berpendapat strategi itu bisa menutup celah tingginya ketimpangan sosial dan ekonomi. “Ibarat darah, darah kita sudah mengalir keluar terlalu banyak terlalu lama,” ujarnya.

Darah yang mengalir keluar ini yang disebut Prabowo sebagai kebocoran.Menurutnya, saat ini masih banyak kekayaan negara yang ‘menginap’ di luar negeri.

Prabowo kemudian menyebut setiap tahunnya Indonesia kehilangan Rp 1.000 triliun dari kekayaan negara. Dia lantas mengingatkan pernyataannya soal ‘kebocoran’ dalam debat capres pada Pilpres 2014 yang sempat menjadi bahan ledekan.

Sekarang, lanjut dia, pemerintahan Jokowi mengakui adanya kebocoran kekayaan negara. Pada 2016, Bambang Brodjonegoro, yang saat itu masih Menkeu, memang menyebut ada Rp 11.400 triliun dana warga negara Indonesia yang ‘diparkir’ di luar negeri.

“Saya katakan, kita hilang tiap tahun Rp 1.000 triliun. Dulu diejek saya, inget? Debat yang dulu waktu saya bicara kebocoran ‘he-he-he...’ ketawa. Kebocoran ketawa, saya diejek oleh media-media mainstream itu, bocor, bocor, bocor.

Ternyata Menkeu pemerintahan ini, Brodjonegoro, mengakui,” ungkapnya. Di Pilpres 2014, Prabowo memang pernah dikritik soal penggunaan kata bocor.

Pidato Prabowo mendapat banyak respons dari pengguna media sosial. Ada yang setuju, tak sedikit yang merasa bosan dengan omongan Prabowo. Di jagat Twitter, akun @alimasbriler menyebut omongan Prabowo senjata ampuh menyerang petahana.

“Saran aja buat projo. Jangan anggap enteng, mantan jendral itu ahli strategi, apalagi sekarang diperkuat SBY,” cuitnya. Senada disampaikan @rendiular. “Namun sekarang mereka terdiam seribu bahasa dan mencoba mengubur hal ini seolah-olah tak pernah terjadi.

Banyak yang tertipu dan tak sedikit yang menyesal lalu berpaling,” kicaunya.  Sementara, akun @bie_curva merasa jenuh dengan omongan Prabowo. “Yang saya ingat dari Prabowo adalah krisis, bangkrut, bocor, punah.

Ditambah Hulai,” cuitnya. Sama dengan @anasirbahar yang menyebut Prabowo menyetel kaset lama. “Hafalannya bocor, punah, susah, miskin, bubar, Rwanda, Haiti,” cuitnya. [BCG]

RM Video