Ahok Jelang Bebas

Badannya Berisi, Ototnya Membesar

Klik untuk perbesar
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, sebentar lagi akan bebas dari tahanan. (Foto: IG Basuki Tjahaja Purnama)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sebentar lagi Ahok bebas. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini dikabarkan dalam kondisi sangat fit. Badannya berisi, sementara ototnya juga membesar. Warganet banyak yang tak sabar melihat tampang terbaru Ahok.

Kondisi terakhir Ahok ini diungkap Ketua DPRD DKI, Prasetyo Edi Marsudi. Minggu (6/1), politisi PDIP ini baru menjenguk Ahok di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Pria bernama lengkap Basuki Tjahaja Purnama ini dijadwalkan bebas pada 24 Januari nanti.

"Badannya makin berisi, otot-ototnya makin besar. Itu kelihatan belakang, sahabat saya itu makin lebar," kata Pras di sela-sela acara 'Parade Akhir Pekan' yang diselenggarakan PDIP di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (6/1).

Pras menceritakan, Ahok memang sering berolahraga di dalam sel. Bahkan, Ahok juga menjaga pola makannya. "Di dalam selnya, dia sering push-up, pull-up, dan kegiatan fisik lainnya. Itu kelihatan, badannya besar sekali," ungkap Pras.

Lantas apa yang akan dikerjakan Ahok, selepas bebas nanti? Kata Pras, Ahok sudah diundang menjadi narasumber acara talkshow di beberapa negara tetangga, seperti Selandia Baru dan Jepang. "Dia akan hadir di sana sebagai narasumber," tandas Pras.

Dalam kesempatan yang sama, Pras juga membantah kunjungannya ke Mako Brimob, adalah untuk mengajak Ahok agar masuk ke PDI Perjuangan. Pras berkunjung sebagai bentuk persahabatan. Kendati demikian, Pras mengaku partainya sangat terbuka bagi siapa pun untuk bergabung, termasuk Ahok. "Soal Pak Ahok akan kemana setelah bebas, kita lihat saja nanti. Itu kan bukan kapasitas saya. Biar Pak Ahok sendiri yang jawab," tuturnya.

Secara pribadi, Pras mendukung Ahok menjadi Jaksa Agung ke depan. Ketimbang wacana yang menyebut Ahok didorong menjadi Ketua PSSI. "Saya cenderung melihat Pak Ahok lebih cocok jadi Ketua Kejaksaan, Kejagung. Karena dia tegas. Kita kan sudah melihat kinerja dia di DKI. Ya mudah-mudahan saja, ada pikiran lain ya," celetuknya.

Menanggapi kondisi Ahok, netizen bersyukur dan banyak yang mendoakan eks suami Veronica Tan ini. "Semoga Bapak selalu sehat Pak. Kami menunggu Bapak Ahok bebas. Semangat Pak Ahok," cuit @sharon_1921 diamini @yandayhaz. "19 Hari lagi Pak Ahok. Mudah-mudahan Bapak sehat selalu dan bisa bertemu kami lagi. Kami kangen dengan Bapak Ahok." Tweeps @Robin_Manik yakin Ahok akan semakin kuat dan dewasa setelah menjalani masa hukuman. "Semoga tetap sehat dan menjadi pribadi yang lebih kuat setelah menjalani masa hukuman," doanya diamini @MRijalharun. "Sehat selalu Bapak Ahok."

Sementara warganet lainnya mereka-reka jabatan apa yang cocok untuk Ahok setelah bebas nanti. Kata @angkawijayaadi, ketimbang Jaksa Agung, Ahok cocoknya jadi Ketua KPK. "Ketua KPK lebih cocok. Tapi sayang pasti dimentahkan di DPR," kicaunya pesimistis senada dengan @njar_brahma. "Jadi ketua KPK dong! Hehe. Sikat habis semua DPR koruptor." Netizen lainnya meledek. Akun @kuyupmenggigil heran masih saja berharap kepada Ahok. "Wow. Jangan-jangan ini salah satu visi misi Jokowi. Pantesan gak mau disampaikan di debat ya," kicaunya menuding Jokowi akan memakai Ahok jika menang Pilpres mendatang.

Sedang @budiwidagdo2 semakin heran dengan usulan Ahok untuk menduduki jabatan penegak hukum. "Hanya para napi dan pelanggar hukum yang usulkan mantan napi jadi jaksa agung," cuitnya nyinyir. Sementara akun @murcana memilih di tengah-tengah. "Saya netral saja. Ada gak UU yang melarang bekas napi menduduki jabatan seperti Jaksa Agung, kepala daerah, anggota DPR. Lagian apa kita yakin seandainya Jokowi menang, mau pake Ahok jadi pejabat. Belum tentu kawan. Bisa juga Ahoknya yang ga mau. Pilpres juga belum kok ributin jabatan."

Tweeps @MHendratmoko juga menasehati netizen supaya tak usil. "Ahok bebas, biarlah menikmati kemerdekaannya. Biarkan dia sendiri tentukan langkah untuk masa depannya. Kontraproduktif andai dia masuk timses Jokowi. Rentan jadi bahan gorengan. Merugikan elektabilitas Capres-Cawapres 01," cuitnya sembari memberi saran. [FAQ]

RM Video