Panglima Keluarkan Aturan

TNI Dilarang Pose 1 atau 2 Jari

Klik untuk perbesar
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (Foto: Pusat Penerangan TNI)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersikap tegas. Tak ingin diklaim memihak salah satu capres, mereka pun melarang anggota yang berbaju dinas berfoto dengan pose satu atau dua jari. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menuangkan aturan ini dalam Surat Telegram (ST) Panglima TNI Nomor: ST/11/2019 tertanggal 4 Januari 2019.

Marsekal Hadi menyatakan, larangan itu agar tidak ada tafsir yang menyoal kenetralan TNI dalam pemilihan umum. "Anggota TNI dilarang berfoto atau selfie dengan menggunakan nmenggunakan simbol jari sehingga bisa ditafsirkan bentuk dukungan ke pasangan calon," begitu bunyi surat telegram yang beredar di media online, Sabtu (12/1).

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Brigjen Sisriadi membenarkan saat dimintai konfirmasi. "Betul itu, kalau ada foto-foto anggota TNI yang menggunakan simbol-simbol jari, itu pasti yang dibuat sebelum adanya larangan ini," kata Sasriadi.

Ada lima poin penekanan dalam surat telegram itu. Pertama, anggota TNI dilarang berfoto atau selfie dengan menggunakan menggunakan simbol jari, sehingga bisa ditafsirkan bentuk dukungan ke pasangan calon. Kedua, anggota TNI tetap menjunjung tinggi netralitas TNI dari segala bentuk kegiatan politik praktis, serta senantiasa membina kemanunggalan TNI rakyat.

Ketiga, Marsekal Hadi meminta anggotanya meningkatkan penguasaan wilayah  dan memetakan tingkat kerawanan  sebagai dampak meningkatkan suhu politik pada tahapan pelaksanaan pemilihan presiden dan Pemilu 2019. Keempat, dalam pelaksanaan koordinasi dengan instansi atau dinas terkait, jaga citra TNI dan perhatikan faktor keamanan. Terakhir, anggota diminta melaporkan hal-hal yang menonjol kepada Panglima TNI, tembusan Asintel Panglima TNI dan Aspers Panglima pada kesempatan pertama.

Netizen pun ramai mengomentari aturan ini. Di Twitter, akun @Ammunk1 menuding, aturan ini keluar karena banyak anggotanya yang berpose dua jari. "Akibat banyak TNI yang pose 2 jari," kicaunya senada dengan @Ricky_kch. "Wah gimana nih kalau sudah terlanjur," cuit akun ini menyertakan berbagai foto viral anggota TNI berseragam dinas mengacungkan dua jari.

Tweeps @1nohon9 menimpali, "Ketika acungan jari begitu berbahaya". Sementara, akun @Ichang76 setuju dengan aturan ini. "Setuju Pak, agar menghindari konflik antar kubu. Logikanya mungkin begini, misalkan Thanos mengacungkan 1/2 jari, otomatis akan ada yang mengklaim bahwa Thanos pun memilih nomor 1/2. Lebih baik dihindari, daripada nanti diakui," tulisnya panjang.

Netizen dengan akun @citragsd mengamini. "Nanti disangkanya memihak salah satu paslon. Karena aparatur negara harus netral," kicaunya dibenarkan @sitiatauemma. "Setuju karena TNI netral. Sementara, acungan jari saat sekarang sensitif disalahartikan".

Akun @arif_basya heran dan menyindir. "2019, tahun tanpa jari #pemiluajaib," cuitnya diamini @Wawan_KopiHitam. "Haha lucu. Ribut gara-gara simbol jari". Warganet pemilik akun @AkbarGin memungkasi. "Cara berfikir apa kita ini. Makin simbolis. Makin tidak mendasar. Pantas kita sering bertengkar".

Sekadar mengingatkan, beberapa pekan ini, sejumlah foto anggota TNI salam dua jari bertebaran di berbagai media sosial. Macam-macam fotonya. Ada yang berpakaian tempur loreng dengan baret merah, ada juga yang berpakaian perwira. Mereka mengacungkan simbol angka tujuh kebalik atau dua jari. Simbol ini akhirnya dikait-kaitkan dengan simbol dukungan kepada capres nomor urut dua.

Salah satunya, foto TNI salam dua jari di-share oleh akun Twitter@ChikaNindy. "Nemu di FB. Ini aparat. Good," kicaunya menyertakan foto-foto anggota TNI mengacungkan salam dua jari.

Sampai tadi malam, foto-foto ini masih bertebaran di Twitter. Sebelumnya, Panglima TNI dan Kapolri pernah jadi gunjingan saat keduanya ketangkap berpose dengan 2 jari. Padahal, kata Panglima, kode dua jari menandakan soliditas antar lulusan. [FAQ]

RM Video