Batasi Penyebaran Pesan

WhatsApp-Menkominfo Sibuk Perangi Hoaks

Klik untuk perbesar
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menjelang pilpres, penyebaran hoaks di media sosial tak bisa dibendung lagi. Tak hanya melalui twitter, facebook maupun instagram, whatsapp jadi media favorit sebagai media penyebarannya.

Di whatsapp, penyebarannya bisa melalui grup-grup maupun secara personal, sehingga mempunyai daya yang lebih kuat. Untuk mencegah hoaks, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika dan pihak whatsapp mulai membatasi penyebarannya. 

Dulu, penyebaran gambar atau komentar di WhatsApp tanpa batas. Mulai 22 Januari 2019 dibatasi. Aplikasi forward WhatsApp hanya ke lima orang saja.  “WhatsApp menurunkan angka batas meneruskan pesan di aplikasi. Mulai hari ini, kita samakan menjadi 5 kali meneruskan pesan di seluruh dunia, termasuk Indonesia,” ujar VP Public Policy and Communications WhatsApp Victoria Grand, di Menteng Room 1 dan 2, Pullman Jakarta Indonesia Thamrin CBD, Jakarta Pusat, kemarin. 

Victoria membeberkan, 90 persen pengguna WhatsApp mengedarkan pesan pribadi. Sementara, 10 persennya adalah pesan yang tidak diketahui asal-usulnya. Dimungkinkan yang 10 persen itu adalah hoaks. 

Berita Terkait : Menkominfo: Ada 500 Ribu URL Terindikasi Penyebar Hoaks

Victoria mengakui keputusan ini dilakukan setelah berdiskusi dengan pemangku kepentingan khususnya Menteri Komunikasi dan Informatika Ruditara.  Ferdinandus Setu, Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo membenarkan apa yang diucapkan Victoria. 

Pertemuan Menteri Rudiantara dengan Victoria berlangsung di kantor Kominfo, kemarin sore.  Pertemuan Menteri Rudiantara dan Victoria Grand membahas langkah nyata untuk mengurangi penyebaran hoaks yang sangat cepat viral melalui aplikasi pesan instan WhatsApp. 


Upaya pengurangan penyebaran hoaks melalui WhatsApp menjadi perhatian global. World Global Influencer Leader dari empat negara melakukan pembahasan dengan pihak WhatsApp untuk mewujudkan langkah pengurangan penyebaran hoaks. Dalam pembahasan itu, Indonesia diwakili Menteri Rudiantara. 

Katanya, pembatasan jumlah forward pesan melalui WhatsApp telah dibahas sejak kuartal ketiga tahun 2018.  “Fitur pembatasan forward pesan melaui WhatsApp akan mulai berlaku efektif pada tanggal 21 Januari 2019 waktu Los Angeles atau tanggal 22 Januari 2019 Pukul 12.00 Waktu Indonesia Bagian Barat,” bebernya. 

Berita Terkait : Soal Hasil Putusan MK, Jokowi-Maruf Bakal Kasih Statement di Halim

Lebih jauh, ia mengatakan, pembatasan jumlah forward pesan pada aplikasi Whatsapp baru berlaku untuk pengguna OS Android. Untuk IOS dalam proses pengembangan.  “Menteri Kominfo Rudiantara mengapresiasi langkah WhatsApp mengurangi penyebaran konten negatif di platform pesan instan itu,” katanya. 

Kebijakan whatsapp yang membatasi aplikasi forward membuat warganet ribut. Terjadi pro kontra. @Stempelkoruptor sangat mendukung kebijakan tersebut.  “Setuju untuk matikan hoaks. Si kampret doyan nebar hoaks,” dukungnya Senada, @Budosantoso juga ikut mendukung pembatasan forward di aplikasi WA supaya menghentikan penyebaran hoaks. “Bagus kampret bayar nggak menebar hoaks.”

@irawan_tee1 mengusulkan bukan hanya pembatasan forward tetapi juga aplikasi notifikasinya.  “Bagus, supaya notif grup agak berkurang,” ujarnya. Saran lain diungkapkan @rioramadhanf. “Fitur copy paste nya juga sekalian bang,” katanya. 

@AzyRianto tak mempermasalahkan pembatasan aplikasi forward karena masih bisa copy paste untuk menyebarkan. “Hiya hiya masih ada copy paste,” katanya.  Seirama, @sintawnr juga membenarkan masih bisa copy-paste atau screenshot untuk menyebarkan apapun. 

Berita Terkait : Belanda dan Jerman Dukung Indonesia Perangi Anti Mikroba

Lebih pedas, @jawer000 menganggap kebijakan yang dilakukan WhatsApp akan menimbulkan konsekwensi tersendiri. Setidaknya bakal ditinggalkan konsumen.  “Jika benar terjadi WhatsApp siap-siap kehilangan konsumen,” warningnya.  @gti_tm menuding whatsapp sedang panik! “Salah Jokowi ini.. Rezim kacau.. Boikot wasaaapppp broouu,” tutupnya. [REN]